Pendemo Ojol di Mako Brimob Kwitang Dipukul Mundur dan Ditembak Gas Air Mata

ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz
Personel TNI Angkatan Laut berdialog dengan pengunjuk rasa saat aksi menuntut pengusutan kasus penabrakan pengemudi ojek online oleh mobil rantis Brimob di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Penulis: Ade Rosman
Editor: Yuliawati
29/8/2025, 15.31 WIB

Para pendemo yang sebagian besar terdiri dari pengemudi ojek online (ojol) dipukul mundur saat menggeruduk Mako Brimob Kwitang, pada Jumat (29/8).

Petugas mengerahkan gas air mata kepada kerumunan massa yang memadati Mako Brimob lokasi sejak siang hari. Mereka pun berlari menghindari kepulan asap gas air mata.

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id di lokasi, meskipun telah ditembaki gas air mata, hingga pukul 15.20 WIB, pendemo tak meninggalkan lokasi dan kembali berusaha mendekati gerbang Mako Brimob Kwitang.

TNI sejak tadi pagi menjaga Mabo Brimob. Sejumlah aparat mengenakan baret ungu atau berasal dari TNI Angkatan Laut tampak berjaga-jaga sekitar Mako Brimob.

Para pendemo ini meminta keadilan buntut tewasnya pengemudi ojek akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) barakuda Brimob dalam aksi demonstrasi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sopir ojol bernama Affan Kurniawan baru saja mengantar order makanan terlebih dulu di sekitar lokasi demo di dekat Gedung DPR/MPR, sebelum akhirnya dilindas kendaraan taktis atau rantis Brimob pada Kamis (28/8) malam

Salah satu pengemudi Ojol, Doli, mengatakan mereka kecewa dan meminta keadilan atas kejadian sopir ojol dilindas kendaraan brimob.

"Kami kecewa, kami meminta keadilan ke kantor Brimob, kami diserang dengan gas air mata. Sedangkan kawan kami dilindas," ujarnya dikutip dari Antara TV, Jumat (29/8).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman