Pemerintah Dorong Revisi UU Parpol, Menko Yusril Soroti Dominasi Artis di DPR

ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/YU
Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memberikan pemaparan saat laporan tahunan Komnas HAM 2024 di Jakarta Rabu (2/7/2025). Pada laporan tahunan tersebut Komnas HAM menyoroti beberapa hal seperti diskriminasi terhadap kelompok rentan dalam Pemilu, konflik agraria terhadap proyek strategis nasional, stagnasi proses hukum terhadap pelanggaran HAM berat, dan kekerasan bersenjata serta pelanggaran hak warga sipil di Papua.
4/9/2025, 19.53 WIB

Pemerintah berencana mendorong revisi Undang-Undang (UU) Partai Politik (parpol) sebagai bagian dari reformasi politik menyeluruh yang lebih partisipatif, terbuka, dan inklusif.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai sistem politik saat ini justru menghambat orang-orang kompeten untuk menjadi anggota parlemen.

Sebaliknya, sistem yang ada cenderung memberi jalan bagi selebriti dan artis untuk menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Sistem sekarang ini membuat orang yang berbakat politik tidak bisa tampil ke permukaan, sehingga diisi oleh para selebriti dan artis,” kata Yusril di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/9).

Yusril menekankan bahwa reformasi politik perlu dilakukan agar politik tidak hanya dikuasai oleh kalangan berkantong tebal. Ia menilai sistem saat ini membuat akses politik lebih terbatas bagi individu dengan modal besar.

“Kita lihat ada kritik terhadap kualitas anggota DPR sekarang ini, dan pemerintah menyadari hal itu,” ujarnya.

Kualitas Anggota DPR Disorot

Sorotan publik terhadap kualitas anggota DPR meningkat karena dinilai kurang sensitif terhadap persoalan mendasar rakyat.

Dalam konteks ini, beberapa anggota DPR yang juga artis kembali menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Anggota DPR Nafa Urbach, misalnya, meminta maaf melalui akun Instagram pribadinya @nafaurbach pada Sabtu (30/8) malam.

Permintaan maaf ini merupakan yang kedua kalinya, setelah komentarnya yang mendukung tunjangan rumah anggota DPR memicu kecaman publik dan demonstrasi.

“Dengan segala kerendahan hati, saya minta maaf sebesar-besarnya atas perkataan saya yang menyakiti hati masyarakat. Semoga ada pintu maaf yang besar untuk saya,” ujar Nafa.

Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya juga menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram @king_uyakuya. Sementara Eko Patrio, didampingi rekannya Pasha Ungu, meminta maaf melalui akun Instagram @ekopatriosuper.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu