Pemerintah Akan Beli Tanah dan Hotel di Makkah pada Oktober, untuk Kampung Haji
Pemerintah berencana mengajukan proposal pembelian tanah di Makkah kepada Pemerintah Arab Saudi pada 30 Oktober. Hal ini untuk membangun kompleks pemondokan atau kampung khusus jamaah haji Indonesia.
Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Rosan Roeslani menyampaikan proposal tersebut mencakup penawaran harga hingga perencanaan desain dan infrastruktur Kampung Haji.
“Mungkin pengumumannya sebelum Desember, akan disampaikan,” ujar Rosan di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (15/9).
Selain membeli tanah, pemerintah berencana membeli hotel di Mekkah agar pembangunan kampung haji dapat segera terwujud.
Rosan sebelumnya mengatakan ada delapan bidang tanah yang ditawarkan Pemerintah Arab Saudi ke Pemerintah Indonesia. Lokasinya tersebar di berbagai lokasi dengan jarak sekitar dua kilometer dari Majidil Haram.
Ia mengatakan Pemerintah Arab Saudi bersedia mengubah aturan tentang kepemilikan tanah di Makkah oleh pihak asing.
Menteri Investasi dan Hilirisasi itu mengatakan Pemerintah Indonesia kini bisa membeli tanah di Makkah dengan status hak milik penuh atau freehold. Menurut Rosan, perubahan hukum ini akan mulai berlaku efektif pada Januari 2026.
Implementasi pembelian delapan bidang tanah dengan luas beragam 16 sampai 80 hektare itu akan dipimpin oleh Danantara. Meski begitu, ia belum mau memerinci jumlah modal yang dibutuhkan untuk pembelian tanah di Mekkah.
Rosan hanya menekankan, Indonesia akan menjadi pembeli tunggal atau private bidder untuk sejumlah bidang tanah tersebut. “Beberapa bidang sudah ditawarkan, ada yang sangat dekat dengan Makkah, nempel. Ada juga yang jaraknya satu sampai dua kilometer,” kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta pada Juli (30/7).
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menargetkan kompleks pemondokan atau kampung khusus jamaah haji Indonesia di Arab Saudi mulai dapat digunakan mulai 2028.
“Mungkin ada beberapa tower, satu sampai dua, diharapkan pada 2028 bisa dipakai,” kata Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (8/9).