Mahfud Tolak Kursi Menko Polkam karena Bukan Koalisi Prabowo: Ini Standar Etika
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan 2019 - 2024 Mahfud MD mengungkapkan dirinya sempat ditawari untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan di Kabinet Merah Putih.
Ia mengaku sempat dihubungi oleh seorang Jenderal senior dan memintanya untuk masuk ke kabinet menempati kursi yang kosong sepeninggal Budi Gunawan yang dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto.
Mahfud mengatakan, ia ditelepon oleh seorang jenderal senior yang enggan ia sebutkan namanya itu pada 7 September 2025 malam. Cerita itu Mahfud ungkapkan dalam siniar yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official, Senin (22/9).
“(Tanggal) 7 September malam itu ditelepon, malam menjelang pelantikan, menjelang pengumuman reshuffle, saya ditelepon, 'Pak Mahfud di mana?' 'saya di Yogyakarta',” kata Mahfud bercerita.
Saat itu, sang jenderal meminta Mahfud untuk menemuinya di Jakarta. Namun, Mahfud yang tengah berkegiatan di Yogyakarta baru dapat menemuinya dua hari setelahnya, yakni pada 9 September 2025.
Dalam pertemuan itu, Mahfud menceritakan sang jenderal memintanya untuk menjadi Menko Polkam. Mahfud dinilai orang yang dapat menjembatani TNI-Polri.
“Dia bilang begini 'Pak Mahfud ini (jabatan) Menko Polkam perlu orang yang bisa menjembatani TNI dan Polri. Dan diskusi-diskusi kami kecenderungannya ke Pak Mahfud',” kata dia.
Mendapat tawaran tersebut, Mahfud tak menjawabnya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyatakan telah berkomitmen tak masuk di pemerintahan. Alasannya, ia maju sebagai cawapres berbeda kubu dengan Prabowo pada Pemilihan Presiden 2024.
“Standar etik saya sudah diumumkan 22 April (2024) ketika diputus oleh MK, kan banyak yang tanya 'Bapak mau masuk tidak?' Ini standar etik,” kata Mahfud.
Menurutnya, jabatan di pemerintahan harus diisi oleh mereka yang memenangi kontestasi Pemilu. Ia merasa tak berkontribusi terhadap kemenangan Prabowo sehingga enggan menerima tawaran tersebut.
“Ketika itu yang memang, yang berkeringat untuk Pak Prabowo kan banyak, sedangkan saya berkeringat untuk diri saya sendiri. Saya ndak mungkin masuk ke situ (koalisi), tidak etis,” kata dia.
Saat ini, posisi Menko Polkam telah diduduki oleh pensiunan Letnan Jenderal TNI Angkatan Darat (AD) Djamari Chaniago. Ia dilantik oleh Prabowo pada 17 September 2025.