Wamensesneg Sebut Prabowo Sudah Tahu Maraknya Kasus Keracunan MBG

Fauza Syahputra|Katadata
Marsda TNI Bambang Eko Suhariyanto tiba di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).
26/9/2025, 18.52 WIB

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto merespons maraknya kasus keracunan dalam makan bergizi gratis (MBG). Bambang mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengetahui kasus keracunan massal MBG meskipun tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri. 

“Oh (Presiden Prabowo) tahu, kan di media ada,” kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/9).

Bambang menyebut dirinya tak mengikuti kasus keracunan MBG karena ia tengah berfokus pada pembahasan Revisi Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Komisi VI DPR. 

Ketika ditanyai awak media tentang kasus keracunan massal MBG, Bambang menyarankan agar pertanyaan itu diajukan pada Badan Gizi Nasional (BGN).  

“Saya tidak mengikuti MBG, nanti tanya saja kepada BGN ya. Saya konsentrasi di sini (DPR),” kata Bambang. 

Di sisi lain, Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya sebelumnya mengungkapkan BGM telah membentuk tim investigasi bersama kepolisian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menangani kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) massal yang terjadi di berbagai daerah.

“Kalau ditemukan unsur kesengajaan, apalagi pidana, tentu pelaku yang bertanggung jawab berdasarkan hasil penyelidikan,” ujar Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya di Cibubur, Jawa Barat, Kamis (25/9)

Meski demikian, Sony menegaskan sejauh ini tidak ditemukan kasus keracunan MBG yang disebabkan unsur kesengajaan. Selama sembilan bulan BGN beroperasi belum ada yang dipidanakan dan sebagian masih diproses.

"Silakan dicek, silahkan ke kepala SPPG itu mereka bolak-balik kantor polisi untuk dimintai keterangan, kesaksian," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman