Gempa bumi tektonik dengan Magnitudo 6,3 pada Kamis pukul 11.56.24 WIB wilayah Simeulue, Provinsi Aceh, merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di Aceh itu memiliki mekanisme pergerakan naik.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,3.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,61 derajat Lintang Utara (LU) dan 95,83 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak satu km arah selatan Simeulue, Aceh, pada kedalaman 14 km.
Skala intensitas getaran gempa bumi itu di tiap wilayah sebagai berikut:
- Simeulue: IV MMI
- Aceh Selatan: III-IV MMI
- Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Abdya, dan Singkil: III MMI
- Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, dan Lhokseumawe: II-III MMI
- Medan, Silangit: II MMI
Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
12 Warga Luka-luka Imbas Gempa Bumi di Aceh
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Simeulue, Aceh, menyebabkan kerusakan fasilitas publik serta sedikitnya 12 warga mengalami luka-luka, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB pada Kamis (27/11) malam.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan 12 orang korban tersebar di Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Simeulue.
“Sebagian besar korban luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan,” ujar dia dalam keterangan pers, Kamis (27/11).
Gempa terjadi pada pukul 12.10 WIB. Hingga pukul 13.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas enam gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M4,8.