Menhut Raja Juli Sebut Cak Imin Sudah Minta Maaf Terkait Pernyataan Soal Taubat

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki (kiri) dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhutanan Mahfudz (kanan) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
4/12/2025, 17.50 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengklaim Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin telah meminta maaf pada dirinya usai memintanya bertaubat buntut banjir Sumatra.

Raja Juli mengatakan, Muhaimin menghubunginya secara pribadi melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan yang dikirimkan, Raja Juli mengatakan, Muhaimin menyampaikan permintaan maaf atas pernyataanya itu.

“Saya alhamdulillah sudah mendapat WA dari Gus Imin, beliau sampaikan minta maaf kepada saya, mengatakan bahwa bukan itu maksudnya,” kata Raja Juli dalam dapat bersama Komisi IV DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12). 

Mendapatkan pesan tersebut, Raja Juli mengatakan, ia menjawab dengan menyatakan bahwa sesama menteri harus kompak dan tidak mendiskreditkan satu sama lain. 

Raja Juli mengatakan pentingnya menjaga kekompakan di antara menteri dan kementerian agar tak mengganggu stabilitas pembantu Presiden Prabowo Subianto. 

“Semuanya adalah anak buah Pak Prabowo, tidak bisa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengganggu stabilitas,” kata dia. 

Sebelumnya, Muhaimin mengaku berkirim surat kepada Raja Juli, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral alias ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq terkait bencana banjir dan longsor di Sumatra. Isi suratnya adalah meminta kementerian-kementerian tersebut berbenah usai terjadi banjir besar.

Lokakarya Program SMK Go Global di Makassar (ANTARA FOTO/Hasrul Said/nym.)

Menurut dia, bencana alam terjadi karena dua hal. Pertama, akibat kesalahan manusia yang merusak lingkungan. Kedua, perencanaan dan antisipasi yang rendah.

“Bahasa NU-nya (Nahdlatul Ulama) taubatan nasuha," kata Cak Imin dalam pidatonya yang dikutip dari YouTube Kemenko-PM, Senin (1/12).

.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman