Kedubes Spanyol Minta Basarnas Lanjut Cari Pelatih Valencia di Labuan Bajo

ANTARA FOTO/Gecio Viana/sgd/YU
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (30/12/2025).
Penulis: Desy Setyowati
2/1/2026, 06.56 WIB

Kedutaan Besar atau Kedubes Spanyol untuk Indonesia bersurat ke Basarnas meminta agar proses pencarian korban kapal wisata tenggelam KM Putri Sakinah di Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur atau NTT, yakni pelatih Valencia CF Martin Carreras Fernando dan kedua anaknya, dilanjutkan usai masa pencarian memasuki hari ke tujuh.

Dubes Spanyol untuk Indonesia Bernardo de Sicart Escoda mengatakan kelanjutan proses pencarian ketiga warga itu akan sangat membantu keluarga yang ditinggalkan.

"Saya ingin meminta Anda untuk melanjutkan upaya pencarian sampai jenazah ditemukan,” kata dia dalam surat tersebut, pada Kamis (1/1).

Dia menambahkan proses pencarian yang dilakukan Tim SAR tentu akan memberikan harapkan besar agar jenazah para koran segera ditemukan.

Dubes Spanyol juga menyampaikan terima kasih kepada otoritas Indonesia yang telah menyelamatkan warga Spanyol dan telah menemukan satu jenazah yang hilang, yang merupakan anak perempuan dari pelatih Valencia.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan telah melakukan evaluasi dan membahas surat yang dikirim oleh Dubes Spanyol itu. “Iya, tadi kita sudah evaluasi. Kami istirahat dulu ya,” kata dia dikutip dari Antara, Kamis (1/1) malam.

Usai istirahat, proses pencarian akan kembali dilakukan. “Proses pencarian akan kami lanjutkan selama tiga hari ke depan, dan dilanjutkan Jumat (2/1) sesuai dengan rencana operasi,” Fathur  menambahkan.

Sebelumnya, kapal semi pinisi KM Putri Sakinah yang mengangkut 11 orang penumpang, tenggelam pada 26 Desember 2025. Penumpang terdiri atas enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda kapal.

Tim SAR gabungan pada hari kejadian berhasil mengevakuasi tujuh dari total 11 penumpang. Para korban selamat di antaranya empat orang ABK termasuk nakhoda kapal, dua warga Spanyol, dan seorang pemandu wisata.

Ada empat warga Spanyol yang hilang, dan Tim SAR gabungan menemukan salah satunya dalam keadaan meninggal dunia pada 29 Desember 2025.

Petugas SAR gabungan mengevakuasi kantong berisi jenazah korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (29/ (ANTARA FOTO/HO/Humas Polres Manggarai Barat/sgd/YU)

Pencarian hingga hari ketujuh pada Kamis (1/1), tim SAR gabungan belum juga menemukan jenazah pelatih Valencia dan dua anak lainnya.

Tim SAR gabungan telah memperluas wilayah pencarian. "Pencarian dilakukan hingga 30 nautical mile ke bagian utara dan sekitar 13 nautical mile ke selatan dari lokasi kejadian," kata Koordinator Pos SAR Manggarai Barat Edy Suryono di Pos Pulau Padar, Labuan Bajo, Selasa (30/12/2025).

Dalam pencarian hari kelima itu, Tim SAR gabungan menemukan serpihan dinding kapal wisata KM Putri Sakinah. Sebanyak tiga tim yang melakukan penyisiran di perairan Utara Pulau Serai, perairan bagian timur Pulau Padar, dan perairan bagian selatan Pulau Serai.

Ada dua tim penyelam yakni dari Ditpolairud Polda NTT dan Perhimpunan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) yang melakukan penyelaman di lokasi kejadian dan sekitar lokasi kejadian hingga tiga nautical mile.

Penyelaman dilakukan dua kali oleh 12 penyelam di enam titik penyelaman. Ditpolairud Polda NTT juga mengerahkan peralatan sonar system, scooter bonex dan seabob.

Sejumlah penyelam bersiap untuk menyelam pada hari kelima operasi SAR korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT (ANTARA FOTO/Gecio Viana/sgd/YU)

Tokoh Agama dan Tokoh Adat Doa Bersama

Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama para tokoh agama dan tokoh adat melakukan doa bersama di lokasi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

"Tentu kami juga membantu dengan melakukan dengan kearifan lokal dan hal yang bisa kami bantu di luar yang sudah dilakukan oleh para tim penyelamat atau tim yang mencari korban dalam beberapa hari ini," katanya di Labuan Bajo, Rabu (31/12/2025).

Ia menyampaikan hal itu usai doa bersama dengan para tokoh agama dan prosesi adat guna mendukung pencarian terhadap tiga WNA Spanyol.

Gubernur NTT menjelaskan kehadiran dirinya dalam doa dan operasi SAR bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, TNI-Polri dan BMKG merupakan bentuk kehadiran pemerintah menyikapi insiden kecelakaan kapal tersebut.

Ia mendorong agar pencarian dapat berjalan dengan lancar hingga menemukan para korban. Ia juga mengapresiasi sinergi lintas-sektoral yang berkolaborasi mendukung pelaksanaan operasi SAR itu.

"Kita semua berusaha maksimal," katanya.

Polisi Selidiki Penyebab Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Polres Manggarai Barat mulai proses penyidikan terkait kecelakaan laut kapal wisata KM Putri Sakinah di Labuan Bajo. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan proses penyidikan sudah mulai dilakukan pada 31 Desember 2025.

“Kemarin Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat,” kata dia di Kupang, Kamis (1/1).

Henry menjelaskan penyerahan SPDP itu menandai dimulainya tahapan penyidikan secara resmi.

Dia menambahkan penyidik akan memeriksa saksi-saksi, awak kapal, pihak operator, serta melakukan pendalaman terkait kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran.

Henry menambahkan proses penegakan hukum atas kelalaian pelayanan kapal wisata yang tenggelam sudah pasti akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kejadian seperti itu diharapkan tidak terulang. Menurut dia, kapal tenggelam seharusnya tidak terjadi jika mempertimbangkan kondisi alam.

“Polri berkomitmen untuk menangani setiap peristiwa kecelakaan laut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyidikan dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif serta menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam kejadian ini,” kata dia.

Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah menambah daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo. Sepanjang 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 insiden kecelakaan kapal wisata di wilayah ini.

Sebagian besar kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal.

Beberapa insiden yang pernah terjadi di antaranya kapal wisata Raja Bintang 02 tenggelam pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan di rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, kapal wisata semi phinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar.

Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal kemudian dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar.

Kondisi cuaca dan gelombang laut saat kejadian diduga turut memperparah situasi, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan mandiri oleh awak kapal dan penumpang.

Dalam peristiwa itu, tujuh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Satu orang korban ditemukan meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara