Indonesia Bersama Tujuh Negara Sepakat Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi: Kementerian Luar Negeri
22/1/2026, 08.31 WIB

Pemerintah Indonesia mengumumkan bersedia bergabung sebagai anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keterangan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui akun media sosial X @Kemlu_RI pada Kamis (22/1).

Keterangan itu menuliskan bahwa sikap Indonesia serupa dengan tujuh negara lainnya seperti Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Keputusan itu diambil setelah para pemimpin negara masing-masing menerima undangan resmi dari Presiden Trump,” tulis keterangan Kemlu.

Kemlu mengatan, para menteri luar negeri dari delapan negara secara bersama membuat pernyataan sekaligus menandatangani dokumen keikutsertaan sesuai dengan ketentuan  yang berlaku di masing-masing negara. Mereka juga menegaskan dukungan penuh terhadap upaya perdamaian yang dipimpin Trump.

“Para menteri menekankan komitmen negara-negara tersebut untuk mendukung pelaksanaan mandat Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana tercantum dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza yang telah disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 2803,” tulis Kemlu.

Mandat Dewan Perdamaian mencakup upaya gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, serta mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Warga Palestina di Gaza (Anadolu via Reuters)

Upaya tersebut didasarkan pada pengakuan atas hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan membentuk negara sesuai dengan hukum internasional.

Melalui keterlibatan ini, negara-negara tersebut berharap Dewan Perdamaian dapat menjadi landasan bagi terwujudnya keamanan dan stabilitas yang berkelanjutan bagi seluruh negara dan masyarakat di kawasan.

Kemlu sebelumnya menyampaikan telah menerima surat undangan dari Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Dewan yang dipimpin AS itu akan mengawasi rencana perdamaian di Jalur Gaza.

“Betul, kami terima undangannya,” kata Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang kepada Katadata.co.id, pada Rabu (21/1).

Dalam beberapa hari terakhir, Gedung Putih mengirimkan surat undangan kepada puluhan negara untuk bergabung dalam dewan tersebut. Dewan itu awalnya dirancang untuk mengawasi rekonstruksi Gaza, namun kini diperluas perannya menjadi lembaga yang menangani penyelesaian konflik global.

Trump pertama kali menyebut pembentukan Dewan Perdamaian pada September 2025 sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin untuk mengakhiri perang dua tahun antara Israel dan Gaza.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu