Pipa Gas Meledak di Rokan, Indonesia Berpotensi Kehilangan Produksi 2 Juta Barel
Ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, berpotensi membuat Indonesia kehilangan produksi dua juta barel minyak pada awal 2026. Gas ini menjadi pasokan bahan bakar operasional di wilayah kerja Rokan yang dikelola Pertamina.
“Ada potensi kehilangan (produksi) kurang lebih sekitar dua juta barel di awal tahun,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1).
Bahlil menyebut akan memberikan sanksi kepada pejabat dan BUMN terkait. Dia menilai ada pihak-pihak yang perlu bertanggungjawab atas insiden tersebut. “Tapi apapun ceritanya, itu kesalahan kami,” ujarnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman mengatakan pasokan gas dari pipa TGI ini sudah mulai mengalir kembali sejak beberapa hari lalu. Laode menyebut pipa ini tercatat sudah dua kali meledak.
Laode mengatakan hilangnya produksi dua juta barel minyak tersebut menyebabkan Kementerian ESDM perlu mencari substitusi untuk menambal produksi yang hilang. Tahun ini target lifting minyak Indonesia ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari (bph).
“Sekarang Kepala SKK Migas (Djoko Siswanto) ke Palembang. Di sana ada tambahan, jadi semua tambahan yang kecil-kecil kami upayakan,” kata Laode dikutip dari Antara, Kamis (21/1).
Kementerian ESDM memiliki tugas untuk menambah produksi sekitar 5 ribu–6 ribu barel per hari untuk menambal kehilangan produksi minyak akibat ledakan pipa gas PT TGI.
Ia memperkirakan produksi minyak di Rokan kembali normal dalam beberapa hari ke depan. “Kemarin saya komunikasi, informasinya dalam dua hari ke depan,” ujar Laode.