Prabowo Jamin Stabilitas Politik dan Hukum Indonesia untuk Tarik Investasi Asing
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia membuka pintu luas bagi investasi domestik dan asing dengan memberikan jaminan stabilitas politik, ekonomi, dan supremasi hukum domestik yang adil. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan ceramah di World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1), sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo menyebutkan, pemerintahannya berkomitmen menjaga kepastian hukum dan iklim bisnis yang kondusif. Langkah ini diharapkan mendorong investor menanamkan modalnya di Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi membutuhkan sektor swasta. Indonesia terbuka untuk investasi domestik dan asing. Kami menjamin stabilitas politik, ekonomi, dan hukum yang adil," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, jaminan iklim bisnis yang kondusif merupakan modal utama Indonesia dalam menjalin perjanjian perdagangan bebas dan kemitraan ekonomi dengan sejumlah negara, termasuk dengan Uni Eropa, Kanada, Peru, Eurasia, dan Inggris.
"Strategi ini meningkatkan produktivitas, mengurangi hambatan, dan membuka pertumbuhan sektor swasta untuk Indonesia, ASEAN, dan Global South," ujar Prabowo.
Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara modern yang terintegrasi dengan ekonomi global dan memberikan kualitas hidup tinggi. Visi itu juga menekankan bebas dari kemiskinan dan kelaparan melalui pemerintahan bersih, tata kelola baik, serta investasi di sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
"Dalam konteks investasi, tidak ada iklim investasi tanpa kepastian hukum yang adil. Saya menegaskan supremasi hukum, menindak korupsi, praktik ilegal, dan perusahaan serakah," kata Menteri Pertahanan 2019-2024 itu.
Prabowo mencontohkan tindakan pemerintah yang telah menguasai kembali 4 juta hektar lahan perkebunan dan menutup 1.000 tambang ilegal pada tahun pertama kepemimpinannya.
"Rakyat menuntut ini, dan kami bertekad melayani rakyat dengan jujur, menegakkan konstitusi dan hukum," ujar Prabowo.