Prabowo Sebut Banyak Kepala Negara Khawatirkan Perang Dunia Ke-3 di WEF

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Forum yang dihadiri jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, pimpinan DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, BIN, dan BPS tersebut bertujuan memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mengimplementasikan program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
2/2/2026, 14.18 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengatakan seluruh negara di dunia mengkhawatirkan terjadinya perang dunia ketiga. Prabowo mengatakan saat mengunjungi World Economy Forum di Davos, Swiss, banyak kepala negara khawatir dengan penggunaan nuklir dalam perang dunia ketiga.

Pemimpin dunia mengkhawatirkan perang nuklir akan menyebabkan musim dingin atau nuclear winter dan kontaminasi radiasi akibat partikel radioaktif akibat meledaknya bom nuklir.

"Indonesia yang tidak terlibat saja pasti akan kena dampak partikel-partikel radioaktif akibat perang nuklir. Ikan-ikan kita mungkin akan terkontaminasi semua," kata Prabowo dalam saluran resmi Sekretariat Presiden, Senin (2/2).

Seperti diketahui, WEF 2026 telah didatangi oleh 65 kepala negara, 400 pimpinan politik, dan 850 pimpinan perusahaan multinasional. Secara umum, forum tersebut dihadiri oleh hampir 3.000 peserta yang berasal lebih dari 130 negara.

Prabowo menyampaikan dampak perang nuklir menjadi kekhawatiran lantaran nuclear winter dapat berlangsung selama puluhan tahun. Menurutnya, kondisi tersebut akan diperburuk dengan ideologi politik internasional Indonesia, yakni non-blok.

Mantan Anggota TNI ini menjelaskan gerakan non-blok membuat Indonesia menganut politik luar negeri bebas-aktif. Langkah tersebut membuat Indonesia tidak bertentangan dengan pihak manapun untuk menghindari konflik.

"Namun kalau kita diancam atau diserang, tidak akan ada yang bantu kita. Karena itu, dari awal Presiden Soekarno mengatakan kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri," katanya.

Prabowo mensinyalir ada negara asing yang selalu mengganggu Indonesia di kancah global. Namun Prabowo memilih untuk tidak mengambil langkah yang emosional maupun tidak terlalu idealis untuk melindungi kepentingan bangsa dalam merespon hal tersebut.

Prabowo menekankan kebijakan yang tidak terlalu idealis penting agar langkah pemerintah sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. "Saya selalu mengingatkan, hal yang berlaku di dunia saat ini adalah yang kuat akan berbuat yang mereka kehendaki, sedangkan yang lemah akan menderita. Kami melihat hal ini di mana-mana," katanya.

Ketua Partai Gerindra ini menilai gangguan di kancah global ke Indonesia disebabkan oleh tingginya ketersediaan sumber daya alam di dalam negeri. Alhasil, Prabowo menekankan pemerintah memilih sikap untuk selalu siap dalam berperang.

"Negara-negara di Eropa, negara-negara di belahan utara dunia mengambil sumber daya alam selama ratusan tahun ke kita, seperti Belanda, Portugis, Spanyol, Perancis, Inggris, Jepang, dan Mongolia," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief