Prabowo Targetkan Sulap 12 Juta Kampung Nelayan, Genjot Pendapatan Naik 60%
Presiden Prabowo Subianto menargetkan untuk melakukan program modernisasi pada seluruh kampung nelayan di dalam negeri. Lewat program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Prabowo mengatakan akan membenahi 12 juta kampung nelayan di Indonesia.
"Dalam rangka modernisasi kampung nelayan, kami akan memberikan pabrik es, rantai pendingin, dan kapal ikan. Kami harapkan setiap desa akan mendapatkan satu kapal bantuan," kata Prabowo dalam saluran resmi Sekretariat Presiden, Senin (2/2).
Prabowo mencatat setidaknya ada dua jenis kapal bantuan yang akan diberikan, yakni dengan kapasitas 5 gross weight ton (GWT) dan 30 GWT. Bantuan kapal dinilai akan meningkatkan produktivitas nelayan lantaran dapat melaut lebih lama.
Kepala Negara mengatakan program modernisasi Kampung Nelayan telah melalui tahap uji coba di Kampung Nelayan Modern Sambe Binyeri Biak, Papua. Menurutnya, pendapatan nelayan pada desa tersebut telah terbukti anik 60% dengan mendapatkan bantuan.
Secara rinci, para nelayan di Biak kini menikmati fasilitas rantai pendingin berupa mesin pembeku cepat atau ABF berkapasitas 1 ton dan gudang pendingin berkapasitas 10 ton. Kedua prasarana tersebut kini dikelola oleh Koperasi Samber Binyeri Maju yang turut bertugas sebagai pengelola desa nelayan tersebut.
Selain itu, hasil pemerintah telah memfasilitasi perjanjian kerja sama pemanfaatan hasil melaut antara Koperasi Samber Binyeri Maju dengan PT Perikanan Nusantara Jawa. Alhasil, sebanyak 16 ton ikan tuna hasil tangkapan nelayan Biak akan diserap Nusantara Jawa sebelum diolah menjadi fillet tuna.
Sebelumnya, Prabowo memaparkan modernisasi seluruh kampung nelayan dapat memberi dampak positif paling minim kepada 10 juta nelayan beserta istri dan anak-anaknya. Program ini juga diperkirakan berdampak secara tidak langsung kepada setidaknya 40 juta warga Indonesia.
"Kami akan membangun setidaknya seribu kampung tahun ini, tetapi sebenarnya kami ingin mengalokasikan dana untuk 5 ribu kampung nelayan," kata Prabowo saat berpidato di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1).
Hingga awal bulan lalu, sebanyak 65 Kampung Nelayan Merah Putih telah dibangun. Pelaksanaan program tidak hanya menghadirkan hunian dan fasilitas dasar, tetapi juga mengintegrasikan infrastruktur penunjang aktivitas perikanan. Di setiap kampung, pemerintah membangun infrastruktur dan fasilitas yang memperkuat rantai produksi perikanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup komunitas nelayan.
Dari sisi ekonomi, pembangunan 65 KNMP telah menyerap sekitar 17.550 tenaga kerja atau rata-rata 270 tenaga kerja tiap lokasi. Pendapatan nelayan tercatat meningkat hingga 78%, seiring membaiknya akses penyimpanan, distribusi, dan pemasaran hasil tangkapan. Produksi perikanan juga melonjak signifikan, dengan kenaikan mencapai 103% di kawasan KNMP.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dirancang bertahap. Pada Tahap I, telah diselesaikan sebanyak 65 kampung. Menyusul, tahap II dijadwalkan rampung pada Mei 2026 dengan tambahan 35 kampung. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2027.