Purbaya Targetkan Penetapan Ketua OJK Baru Rampung dalam Dua Pekan

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
2/2/2026, 17.30 WIB

Pemerintah tengah mempercepat proses seleksi Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan kepastian bagi pasar keuangan di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan Ketua OJK definitif sudah dapat ditetapkan dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan. Purbaya mengatakan proses pembentukan panitia seleksi (pansel) Ketua OJK telah dimulai hari ini.

Ia juga menyatakan Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan arahan khusus terkait nama calon Ketua OJK nantinya. "Tidak ada (arahan khusus). Kami tunjuk saja berapa orang, karena kami mau cepat. Seminggu-dua minggu harus ada Ketua OJK baru yang definitif," kata Purbaya di sela rapat koordinasi nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Senin (2/2).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proses seleksi Ketua OJK akan dilakukan secara terbuka dan transparan. "Semua terbuka," kata Airlangga pada kesempatan serupa.

Ketua Umum Partai Golkar 2017-2024 itu juga melaporkan bahwa pengisian posisi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) definitif sedang berlangsung. Meski begitu, Airlangga mengatakan pemerintah kini mengutamakan penyelesaian seleksi Ketua OJK terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke pengisian pimpinan BEI.

"Kalau BEI nanti bertahap. Pertama OJK dulu, kemudian BEI. Nah nanti BEI dengan anggota bursanya sendiri," ujar Airlangga.

Pemerintah kini menetapkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi menjadi Ketua Dewan Komisioner sekaligus Wakil OJK.

Keputusan ini menyusul pengunduran diri Mahendra Siregar dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK pada Jumat, 30 Januar lalu. Selain Mahendra, dua pejabat OJK lainnya juga menyatakan mundur, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Aditya Jayaantara.

Pengunduran diri jajaran pimpinan OJK ini menyusul langkah Direktur Utama BEI Iman Rachman yang lebih dulu mundur pada pagi harinya. Rentetan pengunduran diri tersebut terjadi di tengah sorotan terhadap kinerja otoritas pasar modal, setelah IHSG anjlok hingga trading halt selama dua hari berturut-turut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu