Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan seluruh jalan nasional di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sudah dapat diakses secara fungsional. Sedangkan untuk jalan daerah yang mencakup provinsi, kabupaten, kota, dan desa, progresnya rata-rata telah mencapai di atas 90%.
Tito menjelaskan, akses jalan daerah di Aceh yang sudah fungsional mencapai 92%, Sumatra Utara 99%, dan Sumatra Barat 90%. Menurut dia, proses pembersihan lumpur saat ini hampir rampung.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyelesaikan pembersihan lumpur di 297 titik di Aceh. Sedangkan 198 titik masih dalam proses, dan 99 titik masih memerlukan kerja keras lanjutan.
Di Sumatra Utara terdapat 11 titik lumpur yang dibersihkan pemerintah. Sebanyak 8 titik telah selesai dan 3 titik masih dalam penanganan, terutama di Tapanuli Tengah. Sementara di Sumatra Barat, terdapat 29 titik pembersihan lumpur dan seluruhnya telah selesai.
Secara keseluruhan, menurut dia, sebanyak 235 titik dari 357 titik atau sekitar 70% telah diselesaikan. Masih terdapat 102 titik atau sekitar 30% yang membutuhkan percepatan penanganan.
“Jadi sudah dikurangi 70%, masih ada 30% lagi yang perlu kerja keras,” kata Tito.
Dalam operasi penanganan bencana ini, sebanyak 56.301 personel masih dikerahkan, terdiri dari unsur TNI, Polri, serta aparatur pemerintah non-relawan. Pemerintah juga mengapresiasi kontribusi para relawan yang turut membantu di lapangan.
Untuk penanganan sungai, tercatat ada 79 sungai terdampak. Sebanyak 38 sungai ditangani pemerintah pusat, sementara di daerah terdapat 43 sungai yang dikerjakan, dengan 16 sungai dalam tahap persiapan pengerjaan. Rincian terbanyak penanganan sungai berada di wilayah Aceh.
Masalah Tumpukan Kayu
Tito juga memaparkan, progres penanganan pascabencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya terkait pembersihan tumpukan kayu, lumpur, hingga pemulihan akses jalan dan sungai.
Dalam rapat bersama DPR RI, Tito menyebut, pembersihan tumpukan kayu di Provinsi Aceh saat ini telah mencapai sekitar 70%. Tumpukan kayu tersebut tersebar di sejumlah titik dengan rincian lokasi yang lebih kecil di tingkat wilayah terdampak.
Sementara di Sumatera Barat, penanganan tumpukan kayu disebut telah rampung 100%. Adapun di Sumatera Utara masih tersisa sekitar 10% yang belum tertangani, terutama di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Garoga.
“Untuk tumpukan kayu di Sumatera Barat alhamdulillah sudah 100% tertangani. Di Sumatera Utara masih ada kurang lebih 10%, terutama di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Garoga,” ujarnya.