Mendagri: 12.144 Warga Aceh Masih Mengungsi di Tenda

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.
Sejumlah warga penyintas bencana melintas di depan tenda darurat pinggir jalan lintas Kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues di Desa Pepelah, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Aceh, Sabtu (31/1/2026). Sebanyak 70 Kepala Keluarga (KK) yang menempati tenda darurat tersebut berharap kepada pemerintah segera membangun hunian sementara (huntara) agar bisa secepatnya pindah ke tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Editor: Agustiyanti
18/2/2026, 15.22 WIB

Pemerintah mencatat, masih terdapat 12.144 orang di Aceh yang mengungsi di tenda pascabencana. Aceh menjadi provinsi yang mencatatkan jumlah pengungsi di tenda paling banyak di antara dua provinsi lain yang juga mengalami bencana akhir tahun lalu. 

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mencatat, jumlah pengungsi di Sumatera Utara  yang masih tinggal di tenda saat ini mencapai 850 orang, dengan seluruhnya berada di wilayah Tapanuli Tengah. Sedangkan di Sumatera Barat, menurut Tito, sudah tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian.

“Di Sumatera Barat, alhamdulillah sudah tidak ada lagi yang di tenda,” kata Tito dalam rapat di DPR, Rabu (18/2). 

Aceh menjadi provinsi yang mencatatkan jumlah pengungsi di tenda paling banyak di antara dua provinsi lain yang juga mengalami bencana akhir tahun lalu. 

 

Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih

Selain kondisi pengungsi, Tito juga menyoroti pemulihan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tengah. Ia memastikan pasar di Aceh Tengah sudah kembali buka dan berjalan baik.

“Pasar di Aceh Tengah buka, bagus. Takengon tidak masalah, kotanya pun tidak masalah,” ujarnya.

Namun demikian, sejumlah fasilitas usaha seperti restoran, warung, dan hotel yang berada di sekitar Danau Laut Tawar kawasan wisata di Aceh Tengah masih terdampak. Beberapa rumah ibadah, termasuk masjid, juga dilaporkan mengalami kerusakan.

BBM Aman, Listrik dan PDAM Masih Terganggu 

Untuk kebutuhan dasar, Tito memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi lancar. Meski begitu, masih ada beberapa desa yang mengalami gangguan listrik akibat akses jalan terputus karena longsor.

Ia menyebut terdapat sekitar delapan desa yang terdampak, sehingga pengiriman logistik harus menggunakan jalur alternatif, termasuk melalui udara dan seling (alat angkut sederhana).

Jaringan PDAM dan internet juga terganggu, terutama di wilayah yang belum mendapatkan aliran listrik. Pemerintah telah menyalurkan genset untuk membantu kebutuhan listrik sementara di lokasi tersebut.

Selain itu, kondisi sungai di Aceh Tengah turut terdampak akibat sedimentasi yang cukup parah. Endapan sedimen dalam jumlah besar dinilai perlu segera ditangani agar tidak memicu persoalan lanjutan.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah