NATO Perkuat Pertahanan Udara Turki Usai Serangan Iran, Pasang Rudal Patriot
Organisasi Perjanjian Atlantik Utara atau NATO telah meningkatkan pertahanan udara di Turki bagian Tenggara. Peningkatan dilakukan dengan memasang sistem pertahanan anti misil Patriot di Provinsi Malatya, Turki.
Langkah tersebut diambil setelah kawasan tersebut menerima serangan dua misil dari Iran. Kawasan yang sama merupakan titik pengoperasian radar utama milik Amerika Serikat yang melindungi anggota NATO dari misil asal Iran.
"NATO telah meningkatkan tindakan pertahanan misil dan udara," kata Menteri Pertahanan Turkiye Ya?ar Güler dalam keterangan resmi seperti dikutip dalam Bloomberg Rabu (11/3).
Iran telah menyasar sistem radar milik Amerika Serikat sejak perang dimulai akhir bulan lalu, Sabtu (28/2). Beberapa radar milik AS di Timur Tengah yang telah berhasil dihancurkan adalah radar RTX Corp.AN/TPY-2 senilai US$ 300 juta.
Sejak 2011, Turki telah mengizinkan pemasangan radar berteknologi tinggi milik Amerika Serikat di Kuracik, Provinsi Malatya. Kuracik memiliki jarak sekitar 700 kilometer dari perbatasan Turki dan Iran.
Iran telah memberikan peringatan bahwa radar milik NATO di Turkiye dapat menjadi target militer Tanah Persia. Mereka beralasan, radar tersebut dirancang untuk melindungi Israel, bukan Turki.
Sedangkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan akan melawan aksi yang salah dan memprovokasi pemerintahannya. Pernyataan tersebut disampaikan setelah NATO menembak jatuh dua misil menuju Turki pekan lalu.
Erdogan mengatakan masuknya radar militer di negaranya dalam daftar target militer dapat mencederai hubungan diplomasi antara Turki dan Iran. Kedua negara merupakan mitra dagang, namun mendukung dua sisi yang berbeda dalam perang sipil di Suriah yang berakhir pada akhir 2024.
"Sekali lagi, saya menekankan agar tidak ada kegigihan dalam melakukan perbuatan yang salah," kata Erdogan.