Prabowo Perintahkan Aparat Cepat Usut Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

ANTARA FOTO/Fauzan/nym.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (kedua kiri), Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono (ketiga kiri), Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung (kanan) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (kiri) menyampaikan keterangan terkait perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026).
17/3/2026, 16.19 WIB

Presiden Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum cepat mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, setelah mengikuti Rapat Koordinasi Program Strategis Presiden di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3).

“Bapak Presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan.

Prasetyo mengatakan pemerintah prihatin atas kejadian yang terjadi kepada Andrie Yunus. Presiden juga telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas penyerangan tersebut.

“Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan,” kata Listyo dalam konferensi pers pada Minggu (15/3).

Sekretaris Jenderal KontraS, Andy Irfan, menyampaikan penyerangan tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB. Tindakan ini mengakibatkan luka bakar serius pada sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, Andrie Yunus mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan sekitar 24% dan saat ini tengah menjalani penanganan intensif di rumah sakit.

Andy mengatakan serangan terhadap Andrie Yunus bukan sekadar serangan terhadap satu individu, melainkan serangan terhadap seluruh gerakan masyarakat sipil yang memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan hak asasi manusia di Indonesia. 

Menurutnya, teror dan kekerasan tidak akan menghentikan perjuangan melawan impunitas. Sebaliknya, peristiwa ini semakin meneguhkan komitmen masyarakat sipil untuk terus melawan ketidakadilan serta menuntut pertanggungjawaban negara atas setiap bentuk kekerasan terhadap pembela HAM.

“Kami tidak takut. Teror tidak akan menghentikan perjuangan. Kami akan terus melawan setiap bentuk kekerasan dan impunitas,” kata Andy dalam siaran pers pada Jumat (13/3).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu