PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan rekor jumlah pengguna kereta api jarak jauh saat periode mudik Lebaran, yakni 242.773 pelanggan atau 150,7% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia pada Minggu (22/3).

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa tingkat okupansi di atas 100% dimungkinkan karena pola perjalanan yang dinamis dalam satu rangkaian.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” ujar Anne dalam keterangan pers, Senin (23/3).

Selama periode Angkutan Lebaran, yaitu 11 hingga 22 Maret, KAI telah melayani 2.131.656 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan 387.852 pelanggan KA Lokal di Pulau Jawa dan Sumatra. Dengan begitu, totalnya mencapai 2.519.508 pelanggan.

Volume pelanggan dan tingkat okupansi harian Kereta Api Jarak Jauh pada 11–22 Maret menunjukkan tren yang terus bergerak naik. Rinciannya sebagai berikut:

  • 11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7%)
  • 12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2%)
  • 13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4%)
  • 14 Maret: 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7%)
  • 15 Maret: 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (110,6%)
  • 16 Maret: 173.753 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (106,3%)
  • 17 Maret: 191.413 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (117,1%)
  • 18 Maret: 205.842 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (125,9%)
  • 19 Maret: 196.324 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (120,1%)
  • 20 Maret: 167.659 pelanggan dari 160.252 kapasitas tempat duduk (104,6%)
  • 21 Maret: 193.583 pelanggan dari 161.100 kapasitas tempat duduk (120,2%)
  • 22 Maret: 242.773 pelanggan dari 161.100 kapasitas tempat duduk (150,7%)

Pada hari ini (23/3), sedikitnya 222.948 pelanggan kereta api jarak jauh telah dijadwalkan berangkat dengan tingkat okupansi sementara mencapai 139,1%. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.

Arus Balik

Hingga hari ini (23/3) pukul 09.00 WIB, tiket yang telah terjual mencapai 4.028.839 tiket atau 89,6% dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April. Dengan capaian ini, masih tersedia 469.857 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk arus balik.

Pada layanan kereta api jarak jauh, penjualan tiket telah mencapai 3.507.988 tiket atau 98,2% dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Artinya, masih tersedia 63.772 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan arus balik.

Sementara itu, pada layanan kereta api lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket tercatat 520.851 tiket atau 56,2% dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Dengan demikian, masih terdapat 406.085 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket KA Lokal umumnya akan terus meningkat mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.

Di tengah tingginya permintaan tersebut, sejumlah kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.

Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket, terutama untuk arus balik, melalui pilihan relasi alternatif, jadwal keberangkatan yang berbeda, maupun skema perjalanan lanjutan.

KAI juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan connecting train serta memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel agar peluang memperoleh tiket semakin besar.

Puluhan ribu penumpang diprediksi memasuki Jakarta pada puncak arus balik lebaran 23 Maret-1 April. Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan volume kedatangan penumpang diprediksi lebih tinggi dibandingkan keberangkatan. 

Ia menggambarkan, rata-rata penumpang lebih dari 45 ribu hingga 51 ribu per hari di wilayah Daop 1 Jakarta. 

“Pada hari ini (23/3), tercatat sebanyak 51.015 penumpang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta, lebih tinggi dibandingkan keberangkatan yang mencapai 43.992 penumpang. Tren ini akan terus berlangsung hingga mendekati akhir masa Angkutan Lebaran,” kata Franoto dalam keterangan pers, Senin (23/3).

Data KAI menunjukkan kedatangan tertinggi penumpang diperkirakan terjadi pada periode 23 hingga 29 Maret, dengan volume harian berkisar antara 48 ribu hingga 51 ribu penumpang. Angka ini secara bertahap akan menurun hingga 1 April, namun tetap dalam volume yang signifikan.

Kedatangan penumpang pada periode arus balik ini berasal dari kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta serta Jawa Barat. Beberapa kota seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya , Jember, Purwokerto, Bandung, Malang, Solo, Kutoarjo.

Pada 23 Maret, kedatangan penumpang dimuat di sejumlah stasiun utama, sebagai berikut:

  • Stasiun Pasarsenen (16.945 penumpang)
  • Stasiun Gambir (16.404 penumpang)
  • Stasiun Bekasi (8.210 penumpang)
  • Stasiun Jatinegara (5.480 penumpang)

Franoto mengatakan, untuk mengantisipasi tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan total 88 perjalanan KA Jarak Jauh, terdiri dari 68 KA reguler, 13 KA tambahan dari Gambir, dan 7 KA tambahan dari Pasarsenen.

Di sisi lain, selama masa angkutan lebaran 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan total 1.083.623 tempat duduk KA Jarak Jauh. Hingga 23 Maret 2026, sebanyak 802.501 tiket telah terjual dengan tingkat okupansi rata-rata 74%. Sementara itu, untuk periode arus balik 23 Maret hingga 1 April 2026 masih tersedia 276.487 tempat duduk.

Selain itu, KAI Daop 1 Jakarta memastikan peningkatan layanan selama periode arus balik, seperti penambahan petugas pelayanan dan layanan pelanggan keliling, penambahan tenaga kebersihan di stasiun dan kereta, pengamanan ekstra, serta pengawasan petugas parkir. 

Franoto juga menuturkan layanan KA Lokal yang menunjukkan tingkat okupansi tinggi, seperti KA Pangrango dengan okupansi 84% dan KA Siliwangi selama masa angkutan lebaran. Ia menyebut, tujuan favorit penumpang selama periode angkutan lebaran yakni Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman