Prabowo Undang Ray Dalio ke Istana, Bahas Proyek Energi hingga Bangun KEK Baru
Presiden Prabowo Subianto mengundang pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, ke Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (27/3). Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah mengikuti pertemuan tersebut.
Purbaya mengatakan, Ray Dalio memberikan sejumlah masukan terkait proyek-proyek strategis yang berpotensi mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Beberapa di antaranya mencakup sektor energi serta proyek-proyek pembangunan umum lainnya, salah satunya yakni pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Ia menilai sosok Ray Dalio dapat membantu mempromosikan Indonesia kepada investor global. Proyek-proyek investasi asing yang tengah mendapat perhatian pemerintah saat ini bakal melibatkan investor dari Singapura
“Saya menemani Pak Presiden menerima Pak Ray Dalio. Dia (Ray) seperti membantu promosikan kita ke luar negeri juga, dan ada beberapa masukan proyek yang bisa membuat ekonomi kita bergerak lebih cepat,” kata Purbaya.
Selain itu, forum tersebut juga membahas rencana pemerintah untuk membangun satu kawasan ekonomi khusus (KEK) baru guna meningkatkan daya tarik investasi nasional. Kendati demikian, Purbaya enggan menjelaskan detail lanjutan mengenai rencana penambahan KEK ini.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 2020-2025 ini hanya mengatakan dirinya siap memberikan dukungan dan kebutuhan pembiayaan pembangunan KEK baru sepanjang telah mendapat persetujuan dari presiden. “Nanti Pak Menko Ekonomi yang akan bicara itu,” ujar Purbaya.
Pada kesempatan serupa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto irit bicara terkait poin pertemuan dengan Ray Dalio kali ini. Ia hanya menyebutkan forum pertemuan presiden dengan Ray Dalio membahas beragam hal strategis. “Bahas semuanya di dalam, membahas mengenai kondisi terkini,” kata Airlangga.