Kemenhub Sebut Jumlah Penerbangan Jet Pribadi Naik Saat Lebaran Tahun Ini
Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menyampaikan jumlah penerbangan domestik selama periode Lebaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut tidak hanya terjadi pada penerbangan komersial, melainkan juga pada penggunaan pesawat jet pribadi.
Suntana mengatakan tren pergerakan pesawat menunjukkan lonjakan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
“Jumlah penerbangan di data sekarang ini mengalami kenaikan, termasuk private jet bertambah untuk tahun lebaran ini,” kata Suntana dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (1/4).
Situasi lalu lintas udara nasional yang disebut meningkat ini menunjukkan kondisi berbeda dengan sejumlah penerbangan di negara tetangga seperti Vietnam dan Filipina.
Suntana menyatakan peningkatan animo masyarakat dalam menggunakan transportasi udara memerlukan penyesuaian lebih lanjut, terutama dalam perjalanan internasional imbas Perang Iran.
“Tapi syukur beberapa kegiatan saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah umrah dan haji tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan terjadi pergeseran tujuan perjalanan masyarakat, khususnya untuk rute internasional selama periode liburan. Sebagian masyarakat yang sebelumnya berencana berlibur ke kawasan Eropa kini mulai mengalihkan tujuan ke negara lain.
Menurut Suntana, sejumlah masyarakat kini lebih banyak memilih destinasi di kawasan Asia seperti Cina, Jepang, dan negara lainnya yang dinilai lebih mudah dijangkau dalam kondisi saat ini.
“Teman-teman yang mungkin ke arah Eropa untuk liburan itu pada bergeser karena pesawatnya dapat melalui zona larangan,” ujarnya.
Maskapai nasional Vietnam Airlines sebelumnya berencana membatalkan 23 penerbangan setiap minggu di sejumlah rute domestik. Otoritas penerbangan Vietnam mengatakan pemangkasan yang dimulai pada April 2026 ini disebabkan oleh ancaman kelangkaan bahan bakar pesawat.
Sebagian besar kebutuhan bahan bakar pesawat di Vietnam berasal dari impor termasuk Timur Tengah. Perang Iran vs AS-Israel yang masih berlanjut mengganggu pasokan impor mengalir ke pasar global.
Tak hanya Vietnam, penangguhan penerbangan akibat kekurangan bahan bakar jet juga dialami oleh Filipina. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., mengatakan kepada Bloomberg sejumlah negara tidak dapat menyediakan pengisian bahan bakar bagi pesawat.
Kondisi tersebut memaksa maskapai Filipina untuk mengantisipasi dengan membawa cadangan bahan bakar tambahan sejak keberangkatan, guna memastikan penerbangan tetap dapat kembali ke negara asal tanpa harus mengisi ulang di bandara tujuan.