DPR akan Rapat dengan Menhan Bahas Gugurnya 3 TNI hingga Kasus Andrie Yunus
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menggelar rapat dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Rapat akan membahas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta kasus penyiraman air keras ke Andrie Yunus.
Ketua Komisi I Utut Adianto mengatakan saat ini DPR tengah menyesuaikan jadwal Sjafrie. Ia berharap rapat tersebut bisa mengungkap sejumlah fakta.
"Yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta sehingga kami tidak keliru mengambil kebijakan," kata Utut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/4) dikutip dari Antara.
Sebelumnya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan penugasan UNIFIL di Lebanon karena gugurnya tiga personel TNI.
"Seharusnya PBB, New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL," kata SBY dalam keterangannya yang diunggah dalam akun media sosial X @SBYudhoyono pada Ahad (5/4).
Kasus Andrie Yunus
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram oleh dua orang pada Kamis (12/3). Atas kasus tersebut, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat orang personel TNI atas dugaan keterlibatan mereka.
Keempat pelaku itu berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. Keempat orang yang ditahan adalah anggota TNI aktif dan berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI.
Presiden Prabowo Subianto juga berjanji akan mengusut hingga mengejar pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus. Tak hanya itu ia menjamin tidak akan melindungi dan impunitas terhadap pelaku penyerangan aktivis HAM.
“Ini terorisme. Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut. Yang berseragam tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas, tidak akan,” kata Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3), dikutip secara virtual pada Kamis (19/3).