Pembangunan Sekolah Rakyat Rerata 10%, Menteri PU Tambah Mitra Jasa Konstruksi
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mencatat sebagian besar perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat baru 10% sampai 20%. Alhasil, total SR yang dapat beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 yang dimulai Juli hanya 97 unit.
Dody mencatat sekitar empat unit proyek pembangunan Sekolah Rakyat belum dimulai sama sekali. Oleh karena itu, Dody menelepon seluruh jajaran kantornya untuk turun tangan guna menyelesaikan 97 unit SR pada bulan Juni.
"Perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat ini menurut saya sangat mengecewakan. Per 14 April, hanya sekitar 20 titik proyek SR yang memiliki perkembangan pembangunan sekitar 30%. Jadi, memang tugas saya masih sangat-sangat berat," kata Dody di kantornya, Jumat (17/4).
Dody tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan lambatnya konstruksi SR tahap kedua. "Saya baru tahu perkembangan konstruksi setelah melakukan pemberhentian paksa pada beberapa Eselon II dan Eselon III. Memang sedikit melanggar aturan, tetapi harus saya kerjakan karena waktu saya hanya sisa 2 bulan," ia menambahkan.
Selain menjadikan proyek Sekolah Rakyat fokus seluruh karyawan kantornya, Dody berencana meminta bantuan aparat penegak hukum untuk menjadi tenaga konstruksi.
Pada saat yang sama, Dody bermaksud untuk menambah satu perusahaan jasa konstruksi di setiap titik pembangunan SR. Dengan demikian, pemerintah akan melibatkan setidaknya dua perusahaan konstruksi di setiap titik pembangunan Sekolah Rakyat. Meski begitu, Dody memastikan tidak akan menambah anggaran proyek konstruksi.
“Masalah membayar jasa konstruksi, bisa melalui skema antar bisnis atau B2B. Menurut saya, yang paling penting adalah program presiden ini bisa dibangunkan tepat waktu dengan kualitas yang sudah ditetapkan sebelumnya,” katanya.
Secara rinci, pemerintah menargetkan total Sekolah Rakyat yang terbangun hingga Juni mencapai 104 titik yang tersebar di 102 kabupaten/kota dalam 32 provinsi. Seluruh bangunan ini akan memiliki kapasitas tampung 112.320 siswa yang terbagi dalam 3.744 kelas.
Sebanyak 104 titik SR yang beroperasi pada bulan Juli tersebut dibangun secara permanen di atas lahan setidaknya lima hektar. Setiap Sekolah Rakyat akan dilengkapi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau.
Dody berencana menggunakan teknologi konstruksi baru dalam pembangunan 97 Sekolah Rakyat yang diselenggarakan rampung pada bulan Juni. Selain itu, pengawasan konstruksi akan dilakukan langsung olehnya setiap pekan.
“Kalian boleh tidak percaya dengan target ini, tapi saya 97 Sekolah Rakyat akan terbangun. Kalau tidak ada perkembangan, saya akan langsung datang ke lokasi dan berkoordinasi langsung dengan penyedia jasa konstruksi di tempat tersebut,” katanya.