Serba-serbi Pernyataan JK - Jokowi Soal Ijazah, Ungkit saat jadi Capres
Hubungan antara Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla menjadi sorotan setelah konferensi pers JK akhir pekan lalu, Sabtu (18/4). Hal ini dipicu pernyataan Kalla dalam kasus ijazah Jokowi.
JK menyarankan agar Jokowi menunjukkan ijazah asli miliknya ke publik. Menurutnya, hal tersebut penting lantaran masyarakat telah berkelahi selama 2 tahun terkait keaslian ijazah Jokowi.
"Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, masyarakat saling memaki selama 2 tahun," kata JK dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4) dikutip dari Antara.
Berdasarkan penelusuran Katadata.co.id, JK secara resmi masuk dalam pembicaraan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi pada Minggu (5/4). Sebab, JK mulai merasa dituding terlibat secara langsung dalam kasus tersebut.
Walau demikian, JK mengklaim dirinya netral dalam polemik ijazah Jokowi. Hal tersebut ditunjukkan dengan menolak permintaan pertemuan dengan pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi, yakni Roy Suryo dan Rismon Hasiholan.
JK mengatakan hubungan dengan Jokowi telah baik saat Presiden RI ke-7 masih menjabat sebagai Wali Kota Solo hingga 2012. Tak hanya itu, ia mengklaim telah berkontribusi dalam membawa Jokowi memimpin DKI Jakarta hingga memimpin Indonesia.
"Tanya sama beliau. Kasih lihat foto ini. Itu masih pakai baju kotak-kotaknya. Janganlah macam-macam begitu," katanya.
Merasa Dituduh Biayai Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Kalla merasa dituding mendanai kasus dugaan ijazah palsu Jokowi senilai Rp 5 miliar melalui berbagai unggahan di media sosial. Adapun dana tersebut dituduh mengalir ke salah satu pelapor kasus tersebut, yakni Roy Suryo.
Dia mengakui kediamannya pernah dikunjungi dua pelapor kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yakni Roy Suryo dan Rismon Sianipar. Namun inti pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah saran atau kondisi bangsa saat ini.
Dalam pertemuan tersebut, Roy dan Simon didampingi oleh sejumlah akademisi serta profesional. Selain itu, sejumlah pihak yang hadir di kediamannya tidak diundang atas kemauan sendiri.
"Pembicaraan itu terbuka sama sekali dan hasil diskusi itu hanya saran untuk kebijakan dan itu untuk bapak Presiden Prabowo," katanya.
Lapor Pencemaran Nama Baik
Pada 8 April, JK melaporkan Rismon ke kepolisian karena mengembuskan isu mendanai Roy Suryo dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi senilai Rp 5 miliar.
Dia mengatakan, kabar tersebut merupakan penghinaan kepada dirinya dan akhirnya merasa dirugikan. JK menuding Rismon telah menyiarkan atau menyebarluaskan berita atau pemberitaan bohong, fitnah, dan atau pencemaran nama baik.
Jokowi Akan Buka Ijazah di Publik
Namun Jokowi mengatakan, dirinya hanya akan menunjukkan ijazah asli seluruh jenjang pendidikannya jika kasus tersebut dibawa ke pengadilan. Hal tersebut menjawab saran JK untuk menunjukkan sertifikat pendidikannya.
Menurutnya, pengadilan adalah lokasi yang tepat untuk menunjukkan ijazah tersebut. Sebab, Jokowi berargumen penuduh harus membuktikan ijazah yang dimilikinya palsu.
"Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh, terbalik-balik itu," kata Jokowi.
Jokowi Respons JK soal Pencapresan
Jokowi juga merespons pernyataan JK yang menyinggung peran dalam pencapresan. Mantan Wali Kota Solo itu menyebut dirinya bukan siapa-siapa dan orang yang berasal dari kampung.