Kualitas Udara Tangsel, Bandung dan Jakarta Terburuk di Indonesia Pagi Ini

ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/app/tom.
Pemandangan gedung-gedung bertingkat terlihat dari ketinggian di Jakarta, Rabu (9/4/2025).
22/4/2026, 07.45 WIB

Kualitas udara di Tangerang Selatan, Banten, dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia terpantau tidak sehat pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.00 WIB, poin AQI wilayah-wilayah itu mencapai lebih dari 150 atau termasuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan. 

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Rabu (22/4). 

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi. 

Berikut daftar lima kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini: 

  1. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 188 atau dalam kategori tidak sehat.
  2. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 168 atau dalam kategori tidak sehat.
  3.  Jakarta, dengan poin AQI 167 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Tangerang, Banten, dengan poin AQI 162 atau dalam kategori tidak sehat.
  5. Bekasi, Jawa Barat, dengan poin AQI 107 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Di sisi lain, Palangka Raya di Kalimantan Tengah memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 53. Kemudian disusul Kota Pekanbaru di Riau dengan poin AQI 56, tetapi keduanya masuk kategori sedang.

Tak hanya masuk di daftar nasional, Jakarta juga termasuk dalam kota besar di dunia dengan kualitas udara terburuk pagi ini. Berikut daftarnya:

  1. Delhi, India, dengan poin AQI 205 atau dalam kategori sangat tidak sehat.
  2. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 204 atau dalam kategori sangat tidak sehat.
  3. Chiang Mai, Thailand, dengan poin AQI 170 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 167 atau dalam kategori tidak sehat.
  5. Kathmandu, Nepal, dengan poin AQI 160 atau dalam kategori tidak sehat.

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, Auckland di Selandia Baru memiliki kualitas udara terbaik di dunia dengan poin AQI 12. Disusul Sydney di Australia dengan poin AQI 13 dan Kopenhagen di Denmark dengan poin AQI 17.  Ketiganya masuk kategori baik.

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah. 

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori. 

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-15o. 

Sedangkan kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.  Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas