Kualitas Udara Tangsel dan Bandung Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Suasana gedung-gedung bertingkat dan perumahan warga dengan kabut polusi udara di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/5/2024).
24/4/2026, 08.11 WIB

Kualitas udara di Tangerang Selatan dan Bandung terpantau tidak sehat pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.20 WIB, poin AQI wilayah-wilayah itu mencapai lebih dari 150 atau masuk kategori kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan. 

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Jumat (24/4).

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 170 atau dalam kategori tidak sehat. 
  2. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 165 atau dalam kategori tidak sehat. 
  3. Bekasi, Jawa Barat, dengan poin AQI 147 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. 
  4.  Jakarta, dengan poin AQI 147 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. 
  5. Tangerang, Banten, dengan poin AQI 140 atau dalam kategori tidak sehat. 

Sedangkan Semarang di Jawa Tengah memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 46. dan masuk kategori baik. Kemudian disusul Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah dan Kota Pontianak di Kalimantan Barat dengan poin AQI 69, keduanya masuk kategori sedang.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik pagi ini adalah Stockholm di Swedia dengan poin AQI 6. Berikutnya disusul Kampala di Uganda dan Kyiv di Ukraina dengan poin AQI 11. Ketiganya termasuk dalam kualitas udara tidak sehat.

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, Kota Delhi di India menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk di dunia, bahkan mencapai level sangat tidak sehat. Berikut daftarnya:

  1. Delhi, India, dengan poin AQI 237 atau dalam kategori sangat tidak sehat. 
  2. Kathmandu, Nepal, dengan poin AQI 208 atau dalam kategori sangat tidak sehat. 
  3. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 170 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Chiang Mai, Thailand, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat.
  5. Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 147 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.  

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150. Sedangkan kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas