Profil Hasan Nasbi, Mantan Kepala PCO yang jadi Penasihat Khusus Presiden

ANTARA FOTO/Fauzan/app/nz
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyampaikan paparannya dalam diskusi Bagaimana Menghadapi Medan Perang Baru, Cognitive Warfare: Media, Narasi, dan Membangun Persepsi di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Senin (16/6/2025).
27/4/2026, 17.34 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Presiden untuk Urusan Komunikasi. Hasan kembali lagi ke pemerintahan usai dirinya sempat mengundurkan diri pada September 2025 lalu.

Sebelumnya Hasan direshuffle oleh Prabowo untuk digantikan Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Dia mengatakan, tugasnya kali ini akan memperkuat kerja di bidang komunikasi pemerintah.

"Tentu akan dan harus juga meluruskan hal-hal, berita-berita, pemahaman atau informasi yang tidak benar terhadap pemerintah," kata Hasan kepada awak media usai dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/4).

Hasan Nasbi lahir di Bukittinggi, 11 Oktober 1979. Sebelumnya, Hasan dikenal sebagai konsultan politik dengan rekam jejak panjang di dunia riset dan media. Dia merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI), hingga meraih gelar Sarjana Ilmu Politik pada 2004.

Sejak mahasiswa, Hasan aktif berorganisasi. Ia menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UI pada 2000. Aktivitas di HMI banyak membuka jalannya ke dunia politik.

Selain itu, Hasan ikut mendirikan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tan Malaka pada 2002. Ia juga pernah menjadi sekretaris peneliti Tan Malaka, Dr. Harry Albert Poeze.

Keterlibatan ini membawanya menulis buku Filosofi Negara Menurut Tan Malaka (2004) serta menjadi kontributor buku Mewarisi Gagasan Tan Malaka (2006). Pada 2005–2006, Hasan bekerja sebagai jurnalis di Harian Kompas. Setelah itu ia bergabung sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik UI hingga 2008.

Nama Hasan mulai muncul di belantikan politik ketika menjadi Koordinator Tim Relawan Joko Widodo–Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Dari situ, hubungannya dengan Jokowi terjalin lebih dekat.

Setelahnya, Hasan mendirikan lembaga survei Cyrus Network, yang kerap melakukan rekapitulasi dan hitung cepat dalam berbagai pemilihan, termasuk Pilpres 2024.

Pada 19 Agustus 2024, Hasan resmi diangkat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Dalam jabatan tersebut, Hasan berperan penting menjaga kelancaran komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di bawah kepemimpinan Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.