Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi, 5 Orang Tewas 3 Lainnya Masih Terjepit

Kemenhub
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) memantau proses evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4).
Penulis: Ahmad Islamy
28/4/2026, 07.07 WIB

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4), menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia. Pemerintah pun mendorong agar penyebab kecelakaan diusut tuntas.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya bergerak cepat menangani insiden itu. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dilaporkan turun langsung ke lokasi kejadian guna memastikan proses evakuasi berjalan optimal dan mengutamakan keselamatan para korban.

Kemenhub pun menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden tersebut. Pihak kementerian menegaskan saat ini fokus utama adalah penanganan korban dan pembersihan jalur kereta api.

"Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak. Saat ini, Menteri Perhubungan tengah berada di lokasi untuk memastikan proses tersebut berjalan lancar," tulis Kemenhub dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Insiden maut ini terjadi pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir-Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).

Tim SAR dari lokasi kejadian melaporkan sampai pukul 05.11 WIB masih terdapat tiga dari tujuh orang penumpang yang terjepit di dalam rangkaian gerbong KRL nomor 8 yang merupakan gerbong khusus wanita.

Sementara itu, total korban meninggal dunia saat ini tercatat sebanyak lima orang.

Selain evakuasi korban, tim SAR juga melakukan prosedur pencarian ke seluruh sudut gerbong KRL untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Seluruh barang milik penumpang yang ditemukan akan dikumpulkan untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.

Perkembangan proses evakuasi penumpang tersebut akan diperbaharui setiap dua jam sekali. Hal itu disampaikan Direktur PT KAI Bobby Rasydin saat mendampingi Menhub Dudy dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii kepada para pewarta dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur.

Hingga saat ini, proses pendataan jumlah korban masih terus berlangsung. Kemenhub menyatakan terus menjalin koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait, termasuk tim medis dan petugas di lapangan, agar informasi perkembangan situasi dapat segera diperbarui.

Selain fokus pada evakuasi, pemerintah juga telah mengambil langkah tegas untuk mencari penyebab pasti kecelakaan hebat tersebut.

"Kemenhub mendukung penuh langkah-langkah investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak berwenang lainnya guna mendalami penyebab insiden ini," lanjut pernyataan tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara