Wali Kota Solo: Mangkunegaran Run 2026 Jadi Contoh Event Berdampak Ekonomi

Katadata/Fauza Syahputra
Peserta memasuki garis finish saat mengikuti Mangkunegaran Run 2026 di Jalan Gatot Subroto, Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/5/2026). Ajang yang digelar dalam rangka adeging atau peringatan hari jadi Pura Mangkunegaran ke-269 ini diikuti oleh 7.750 peserta dari berbagai daerah Indonesia dengan 22 orang pelari diantaranya berasal dari 20 negara.
28/5/2026, 10.17 WIB

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengapresiasi penyelenggaraan Mangkunegaran Run 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Adeging Mangkunegaran ke-269 pada Mei 2026. Ia menilai, gelaran itu menjadi contoh bagaimana sebuah acara tidak hanya ramai secara peserta, tetapi juga mampu memberi dampak ekonomi dan memperkuat citra kota.

Pernyataan itudisampaikan Respati merespons paparan yang dikeluarkan Katadata Insight Center (KIC) pada Rabu, 21 Mei 2026.

Berdasarkan riset KIC, Adeging Mangkunegaran 2026 menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp87,9 miliar atau naik 119,8% dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Survei dilakukan secara tatap muka pada 1-3 Mei 2026 terhadap 320 responden yang terdiri dari pelari, pengunjung, dan pelaku usaha. Kajian tersebut juga mencatat peningkatan belanja peserta serta kenaikan omzet usaha selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Mangkunegaran Run 2026 sendiri telah digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, diikuti sekitar 7.750 pelari dari 22 negara. Ajang ini memadukan olahraga, budaya, dan pariwisata, sekaligus memperkuat posisi Solo sebagai kota tujuan sport tourism berbasis budaya.

Respati menyebut, penyelenggaraan event yang digelar di Surakarta ke depan perlu memiliki ukuran keberhasilan yang lebih luas. Tidak hanya dilihat dari jumlah pengunjung atau kemeriahan acara, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat, pelaku usaha, UMKM, hotel, kuliner, transportasi, hingga sektor ekonomi kreatif.

“Event harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat citra Solo sebagai kota budaya, kota kreatif, dan kota tujuan wisata,” ujar Respati.

Menurutnya, Mangkunegaran Run memperlihatkan bagaimana sebuah acara olahraga dapat dikemas menjadi ruang promosi kota. Para peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga menikmati suasana kota, kuliner, budaya, dan keramahan masyarakat Solo.

Respati menambahkan, agenda serupa ke depan perlu dirancang agar wisatawan tinggal lebih lama sehingga manfaat ekonominya dapat menyebar ke sektor perhotelan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga pusat oleh-oleh.

“Sport tourism dan wellness tourism bisa menjadi daya tarik agar wisatawan tidak hanya datang untuk satu kegiatan, tetapi juga menikmati pengalaman kota secara lebih utuh,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.