Trump Dikabarkan Semprot Netanyahu usai Israel Serang Lebanon

REUTERS/Jonathan Ernst
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di White House in Washington, 29 September 2025
2/6/2026, 19.26 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan meluapkan kemarahannya kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terkait eskalasi militer Israel di Lebanon.

Menurut dua pejabat AS dan satu sumber lain yang mengetahui percakapan tersebut, Trump menggunakan kata-kata menohok dalam panggilan telepon yang terjadi pada Senin (1/6).

Sebelumnya pada hari yang sama, Iran mengancam akan mundur dari negosiasi dengan AS akibat tindakan Israel di Lebanon.

Dua sumber menyebutkan bahwa dalam percakapan tersebut, Trump menyebut Netanyahu “gila” dan menuduhnya tidak tahu berterima kasih. Trump juga menolak rencana Israel untuk menyerang Beirut.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa Trump memperingatkan Netanyahu bahwa jika serangan terhadap ibu kota Lebanon tetap dilakukan, hal itu akan semakin mengisolasi Israel di mata dunia.

Pejabat tersebut menirukan pernyataan Trump dalam percakapan itu: “Anda benar-benar gila. Anda sudah di penjara kalau bukan karena saya. Saya ini menyelamatkanmu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena masalah ini," dikutip dari Axios pada Selasa (2/6).

Pejabat AS menjelaskan bahwa Trump memahami bahwa Hezbollah telah menyerang Israel dan Israel memiliki hak untuk membela diri. Namun dalam beberapa hari terakhir, Trump menilai respons Israel telah melampaui batas dan tidak proporsional.

Selain ancaman terhadap Beirut, Israel juga memperluas operasi daratnya di wilayah Lebanon selatan. Pejabat AS lainnya menyebutkan bahwa Trump khawatir dengan meningkatnya korban sipil di Lebanon dan mengecam tindakan Israel yang merobohkan gedung bertingkat untuk menargetkan satu komandan Hezbollah.

Di sisi lain, seorang pejabat Israel memastikan bahwa negaranya telah membatalkan rencana untuk menyerang target-target Hezbollah di Beirut.

Ketegangan dalam komunikasi antara Trump dan Netanyahu disebut sebagai salah satu yang terburuk sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden. Kemarahan Trump dilaporkan dipicu oleh kekhawatiran bahwa eskalasi Israel di Lebanon dapat mengganggu proses negosiasi AS dengan Iran.

Setelah percakapan tersebut, Trump menulis di akun Truth Social bahwa pembicaraan dengan Iran masih terus berlanjut dengan ritme yang cepat.

Sementara itu, Netanyahu dalam pernyataan resminya mengatakan telah menyampaikan kepada Trump bahwa Israel akan tetap menyerang target di Beirut jika Hezbollah tidak menghentikan serangannya ke Israel. Ia juga mengatakan operasi militer di Lebanon selatan akan terus berjalan.

“Posisi kami tetap sama,” tulis Netanyahu.

Namun, pejabat AS lainnya menyatakan bahwa dalam percakapan tersebut Trump menekan Netanyahu. Hingga berita ini diturunkan, kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas permintaan komentar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.