Prabowo Sedih Copot Dadan, Sony, dan Lodewijk dari BGN: Tidak Ringan Bagi Saya
Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih setelah harus mencopot sejumlah pejabat di Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini terseret kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perasaan tersebut muncul karena para pejabat yang dicopot merupakan orang-orang yang selama ini mendapat kepercayaan dan amanah untuk menjalankan program strategis pemerintah.
Prabowo menyampaikan hal itu saat memberikan arahan pada agenda ‘Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition’ yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (3/6).
“Saya dalam keadaan sedih karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi. Orang yang saya percaya. Orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” kata Prabowo, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (4/6).
Pada hari yang sama saat Prabowo menyampaikan pengarahan di Sentul, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025–2026.
Ketiganya yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, serta mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Prabowo menceritakan dirinya telah menerima berbagai laporan mengenai pelaksanaan program MBG sebelum mengambil langkah pergantian pimpinan BGN. Laporan tersebut memuat sejumlah kekurangan, kejanggalan, serta indikasi penyimpangan yang diduga terjadi dalam tata kelola lembaga BGN.
Guna mengonfirmasikan kebenaran informasi yang diterimanya, Prabowo kemudian memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Ia juga meminta penjelasan dari sejumlah pejabat teknis guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi BGN. “Tapi yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya,” ujar Prabowo.
Dalam mengambil keputusan itu, Prabowo mengatakan berpegang pada prinsip yang pernah disampaikan ayahnya, ekonom almarhum Prof. Soemitro Djojohadikusumo. Prinsip tersebut mendorongnya untuk selalu memihak kepentingan rakyat ketika menghadapi situasi yang penuh keraguan dan pertimbangan sulit.
“Profesor Soemitro pernah mengatakan kepada saya, ‘Prabowo kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu’,” ujar kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan keputusan mencopot pimpinan BGN menjadi salah satu langkah yang paling berat selama masa pemerintahannya. Kesulitan itu muncul karena para pejabat yang diberhentikan merupakan sosok yang sebelumnya ia pilih dan percayai untuk menjalankan tugas negara.
Prabowo bahkan pernah memberikan penghargaan Bintang Mahaputra Utama kepada Dadan Hindayana pada Agustus 2025 lalu. “Saya katakan berat bagi saya. Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang dan saya kasih pangkat,” ujarnya.