CFD Rasuna Said Perkuat Posisi Jakarta sebagai Destinasi Sport Tourism
Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, resmi dimulai pada Minggu (7/6). Tak hanya dimanfaatkan untuk berolahraga, kawasan yang berada di jantung distrik bisnis Jakarta itu juga diproyeksikan menjadi magnet baru wisata olahraga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan antusiasme masyarakat terhadap CFD Rasuna Said sangat tinggi. Berdasarkan masukan yang diterimanya langsung di lapangan, mayoritas warga berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
CFD Rasuna Said diadakan setiap Minggu pukul 05.30-09.00 WIB. Berbeda dengan CFD di sepanjang Jalan Jend. Sudirman - Jalan M.H. Thamrin yang telah lebih dulu menjadi ikon olahraga warga Jakarta, CFD di Jalan H.R. Rasuna Said hadir untuk memperluas ruang publik sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga di ruang terbuka.
Menurut Pramono, kawasan Kuningan memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya berpotensi berkembang menjadi destinasi olahraga perkotaan baru.
“Saya melihat potensi yang ada di kawasan ini, kalau dilihat view-nya, dilihat udaranya, dilihat aksesnya, pasti ini akan menjadi landmark baru untuk car free day yang ada di Jakarta,” ujarnya saat meninjau langsung CFD Rasuna Said, Minggu (7/6).
Perkuat Sport Tourism Jakarta
Perkembangan CFD Jakarta dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan fungsi yang semakin luas. Jika awalnya ditujukan untuk mengurangi emisi kendaraan sekaligus menyediakan ruang aktivitas fisik bagi warga, kini CFD mulai menjadi bagian dari pengalaman wisata perkotaan yang dicari masyarakat, baik dari luar daerah hingga mancanegara.
Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta memantau adanya wisatawan dari sejumlah negara Asia Tenggara yang menyempatkan diri mengunjungi CFD saat berada di Jakarta.
“Kami juga melihat sekarang ini banyak masyarakat, apakah itu dari Malaysia, kemudian dari Singapura, dari Thailand, yang datang ke Jakarta. Salah satu tujuan utamanya adalah car free day,” ujarnya.
Fenomena tersebut menunjukkan CFD tidak lagi sekadar agenda rutin mingguan, melainkan mulai berkembang sebagai atraksi kota yang menawarkan pengalaman khas Jakarta. Kehadiran komunitas lari, pesepeda, senam, hingga berbagai aktivitas rekreasi di ruang terbuka menjadikan CFD memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
CFD Sudirman-Thamrin yang selama ini menjadi pusat aktivitas olahraga bahkan disebut telah mencapai tingkat kepadatan yang sangat tinggi. Pramono mengungkapkan, setiap akhir pekan, kawasan tersebut dipadati 40.000 hingga 50.000 orang.
Ahli tata kota, Nirwono Joga, menilai kehadiran CFD Rasuna memiliki makna yang lebih besar dibanding sekadar penambahan ruas jalan bebas kendaraan bermotor.
Menurutnya, salah satu fungsi penting CFD adalah menghadirkan ruang publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. “Dengan adanya perluasan dari Sudirman-Thamrin sekarang ke Rasuna Said, itu justru kita memperluas ruang publik bagi warga, tidak hanya warga Jakarta, tapi juga warga kota secara keseluruhan,” ujarnya saat dihubungi Katadata, Minggu (7/6).
Nirwono menilai olahraga merupakan pintu masuk bagi berkembangnya wisata olahraga di perkotaan. Karena itu, kehadiran ruang publik yang aktif menjadi fondasi penting sebelum sebuah kota berkembang menjadi destinasi sport tourism.
Menurut Nirwono, Rasuna Said memiliki karakter yang berbeda dibanding Sudirman-Thamrin. Kawasan ini didukung keberadaan pusat kuliner, restoran, kafe, gedung perkantoran, hingga sejumlah kedutaan besar yang dapat menciptakan pengalaman baru bagi pengunjung.
“Buat pelari atau pengguna olahraga di kawasannya itu tentu mendapatkan tantangan yang berbeda. Di sini mungkin bagi orang-orang yang suka dengan tantangan baru akan mendapatkan suasana atau pengalaman yang berbeda dengan Rasuna Said,” ujar Nirwono.
Ia juga melihat peluang berkembangnya berbagai kegiatan tematik di sepanjang koridor Rasuna Said, mulai dari festival, promosi budaya, hingga aktivitas komunitas yang dapat menghidupkan ruang publik sekaligus mendukung perekonomian setempat.
Ruang Publik untuk Gaya Hidup Sehat
Dalam kesempatan yang sama, aktris sekaligus Duta Pilah Sampah Jakarta, Cinta Laura, menilai keberadaan ruang publik seperti CFD memiliki manfaat yang lebih luas dibanding sekadar tempat berolahraga.
Menurutnya, ruang publik yang berkualitas dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak, berinteraksi, dan membangun kehidupan sosial yang sehat di tengah perkembangan teknologi digital.
“Dengan adanya semakin banyak public spaces di Indonesia, orang bisa berolahraga, bisa berinteraksi. Aku harap ini juga bisa membantu isu terkait gen Z dan gen Alpha yang disebut sulit bersosialisasi,” ujarnya.
Cinta menambahkan, masyarakat saat ini membutuhkan ruang untuk menjalani kehidupan yang lebih seimbang, baik secara fisik maupun sosial.
“Bagian dari memiliki kehidupan yang sehat dan berkualitas adalah memiliki hidup yang seimbang. Kita berkomunikasi, kita bergerak, kita produktif dan lain sebagainya,” katanya.
Kehadiran CFD Rasuna Said menambah daftar ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berinteraksi. Di tengah tren meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat, keberadaan ruang seperti ini menjadi modal penting bagi Jakarta untuk memperkuat ekosistem sport tourism.