Prabowo Perintahkan Efisiensi Anggaran MBG untuk Perkuat Kepercayaan Pasar

ANTARA FOTO/Andri Saputra/bar
Petugas menyusun ompreng berisi makan bergizi gratis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara, Rabu (6/5/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan satu faktor utama pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yaitu realisasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) seiring pembangunan infrastruktur penunjang bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
9/6/2026, 20.24 WIB

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan adanya efisiensi anggaran terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterangan tersebut disampaikan oleh Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Chatib Basri, dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Prabowo pada Selasa (9/6).

Chatib menyampaikan langkah ini merupakan salah satu upaya untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hal ini menyusul situasi perkembangan kondisi ekonomi saat ini, termasuk risiko yang dapat muncul akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurut Chatib, depresiasi rupiah perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah barang dan jasa di dalam negeri. Kondisi tersebut dinilai dapat menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang lebih sensitif terhadap kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

“Dan apa yang harus dilakukan, termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran, termasuk di antaranya kaitan dengan MBG,” kata Chatib.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh Anggota DEN, Firman Hidayat. Ia mengatakan  penguatan kepercayaan pasar kepada pemerintah perlu ditopang oleh kepastian pengelolaan fiskal. Firman turut mengatakan berkomitmen menjaga defisit anggaran melalui efisiensi belanja, termasuk pada MBG.

“Pak presiden tadi menyampaikan efisiensi anggaran ini akan dilakukan termasuk untuk program-program prioritas seperti MBG. Jadi tadi angkanya cukup besar yang kita bisa hemat dari sisi MBG,” kata Firman.

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan pihaknya telah menyampaikan hasil survei mengenai pelaksanaan MBG. Survei tersebut dilakukan oleh DEN di sekitar 800 titik untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi program di lapangan.

Luhut mengatakan survei tersebut punya tingkat margin of error sekitar 3%, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk membenahi tata kelola program dan meningkatkan efektivitas pelaksanaannya.

"Saya kira mengenai MBG kita jangan bertengkar lagi mengenai itu, itu barang baik. Tinggal pengelolanya saja yang tentu diperbaiki,” kata Luhut. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu