Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menghadirkan program Sekolah Swasta Gratis (SSG) pada tahun ajaran 2025/2026.

Program ini dimulai dengan 40 sekolah swasta terpilih yang mencakup jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB yang tersebar di seluruh lima wilayah kota administrasi. Sebanyak 14.835 peserta didik tercatat mengikuti program ini.

Keberhasilan fase pertama mendorong Pemprov DKI terus memperluas jangkauan secara signifikan. Berlandaskan hukum Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2025 tentang Bantuan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Swasta, Pemprov DKI melanjutkan program ini pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan, tahun ini, Pemprov DKI Jakarta menambah sebanyak 63 Satuan Pendidikan Swasta ke dalam Program SSG, sehingga total terdapat 103 Satuan Pendidikan Swasta Penerima Pendanaan Pendidikan. 

“Secara keseluruhan, program ini menjangkau sekitar 23.694 peserta didik dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 253,6 miliar,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Kamis (18/6). 

Menurut Nahdiana, jumlah peserta didik yang didanai pada masing-masing sekolah ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi, evaluasi, dan peninjauan lapangan.

Pemerintah mempertimbangkan kapasitas sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, jumlah rombongan belajar, serta kebutuhan penyelenggaraan pendidikan.

“Penambahan jumlah sekolah penerima ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya pada wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah,” urainya.  

Evaluasi Dinas Pendidikan menunjukkan sejumlah dampak positif mulai terlihat sejak program berjalan hampir satu tahun. Salah satunya adalah meningkatnya kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan. 

Pemerintah juga memantau peningkatan mutu pendidikan melalui evaluasi berkala di sekolah penerima bantuan. Pendanaan yang diberikan diharapkan dapat mendukung kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, hingga perbaikan sarana dan prasarana sekolah.  

Alokasi Anggaran per Jenjang

Sebanyak 103 Satuan Pendidikan Swasta Penerima Pendanaan Pendidikan mengikuti program sekolah swasta gratis yang terdiri dari 41 SMP, 29 SMK, 17 SLB, 14 SMA, dan 2 SD. 

Dari sisi alokasi anggaran, jenjang SMK menerima pendanaan sebesar Rp148,81 miliar atau sekitar 58,7 persen dari total anggaran program, diikuti jenjang SMP sebesar Rp55,29 miliar (21,8 persen) dan SMA sebesar Rp41,91 miliar (16,5 persen).

Sementara itu, pada jenjang SD dialokasikan pendanaan sebesar Rp2,81 miliar dan pada jenjang SLB sebesar Rp4,81 miliar.

Program ini menanggung biaya mulai dari uang pendaftaran, uang pangkal, SPP atau iuran bulanan, hingga perlengkapan siswa. 

“Pendanaan dilakukan dengan skema diberikan kepada satuan pendidikan, sehingga seluruh peserta didik pada sekolah penerima program memperoleh manfaat pembiayaan pendidikan tanpa dipungut biaya pendidikan,” jelas Nahdiana.

Di tingkat sekolah, manfaat program ini dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua. Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri SMK Taman Siswa 2 Jakarta, Ki Fitra Dian K.S, salah satu sekolah penerima program, mengatakan seluruh kebutuhan pendidikan siswa ditanggung oleh program tersebut.


Fasilitas SMK Taman Siswa 2 Jakarta.  (Katadata/Ratu)

“Tidak ada sama sekali biaya yang diminta ke orang tua. Termasuk seragam, ujian, kunjungan industri, dan kegiatan siswa lainnya,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Kamis (18/6).

Selain membebaskan biaya pendidikan, sekolah juga memanfaatkan pendanaan untuk memperbaiki fasilitas belajar.

Sejumlah ruang kelas direnovasi, peralatan praktik diperbarui, hingga kapasitas listrik ditingkatkan agar ruang belajar lebih nyaman bagi siswa.  


Fasilitas SMK Taman Siswa 2 Jakarta (Katadata/Ratu)

Peminat Meningkat Tajam

Program sekolah gratis mendorong lonjakan minat masyarakat terhadap sekolah swasta penerima bantuan. SMK Taman Siswa 2 mencatat jumlah pendaftar tahun ajaran 2026/2027 mencapai 1.045 calon siswa.

Padahal daya tampung sekolah tersebut hanya 396 siswa. Tahun sebelumnya, jumlah pendaftar tercatat sekitar 500 orang dengan daya tampung 360 siswa.  

Menurut Fitra, tingginya minat menunjukkan bahwa biaya pendidikan selama ini menjadi salah satu faktor yang membatasi akses masyarakat terhadap pendidikan swasta.

Program SSG bersifat selektif namun inklusif, karena diprioritaskan bagi warga Jakarta yang memiliki Kartu Keluarga DKI Jakarta, keluarga dengan keterbatasan ekonomi, termasuk penerima KJP Plus, dan siswa yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses sekolah negeri. 

Sesuai Pergub Nomor 34 Tahun 2025, pendanaan diprioritaskan untuk sekolah swasta yang berada di kelurahan yang belum memiliki satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah.  

Berdasarkan data penerima Program Sekolah Swasta Gratis Tahun Anggaran 2026, jumlah Satuan Pendidikan Swasta Penerima Pendanaan Pendidikan terbanyak berada pada Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Ke depan, Dinas Pendidikan akan mengukur keberhasilan program melalui sejumlah indikator, antara lain peningkatan keterjangkauan layanan pendidikan di wilayah yang belum memiliki sekolah negeri, bertambahnya jumlah peserta didik yang memperoleh pendidikan tanpa biaya, serta peningkatan mutu pendidikan di sekolah penerima program.  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.