Prabowo: Cuma di Indonesia Polisi dan Tentara Turun ke Sawah
Presiden Prabowo Subianto menyebut keterlibatan aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sektor pertanian sebagai hal yang hanya terjadi di Indonesia. Menurut Prabowo, polisi hingga prajurit TNI kini ikut mendukung program swasembada pangan pemerintah.
Ia mengatakan polisi kini ikut membantu urusan pertanian. Ia juga menyebut prajurit TNI sering turun langsung ke sawah untuk mendukung program pangan. Ia mencontohkan personel TNI Angkatan Laut yang ikut menanam kedelai dan prajurit TNI Angkatan Udara yang terlibat dalam penanaman tebu.
“Hanya di Indonesia polisi mengurus pertanian. Hanya mungkin di Indonesia tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia Angkatan Laut tanam kedelai, hanya di Indonesia Angkatan Udara tanam tebu,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo, pada Rabu (24/6).
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu menilai keterlibatan aparat merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Prabowo berpendapat langkah tersebut akan membantu Indonesia menjadi negara yang lebih kuat dan mandiri. “Tapi ini adalah strategis. Ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyebutkan capaian pemeritahannya yang dapat meningkatkan produksi pangan nasional. Prabowo menyebut produksi komoditas pangan seperti beras dan jagung kini terus meningkat.“Produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang negara kita berdiri. Dan Ini adalah akibat kerja keras saudara-saudara sekalian,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyinggung adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia bangkit, sembari menyatakan dirinya mengetahui pihak-pihak yang membiayai aksi demonstrasi yang ditujukan kepada pemerintah.
Prabowo menilai terdapat kelompok yang selama ini menikmati keuntungan melalui praktik korupsi dan penyalahgunaan uang negara. Kelompok itu disebut menampilkan diri secara sopan dan seolah-olah memiliki kekayaan yang sah, padahal memperoleh harta dari hasil merugikan rakyat.
“Gue kenal itu semua itu, mereka gak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti. Saudara-saudara sekalian, hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo,” kata Prabowo.
Ia menilai sebagian peserta aksi tidak selalu memahami tujuan demonstrasi yang mereka ikuti. Prabowo juga menyinggung adanya peserta demonstrasi yang mengikuti aksi karena menerima bayaran. “Ditanya demonya gak ngerti. Mau demo apa ya? Kami dibayar 200 ribu. Tapi ada, saya gak mengerti,” ujarnya.