Prabowo Sebut Narkoba hingga Judi Online jadi Ancaman Besar RI

Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Bogor, Rabu (1/7).
1/7/2026, 14.58 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyebutkan bentuk kejahatan judi online, narkotika, penyelundupan, perdagangan manusia dan korupsi masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia.

Ia meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk terus memperkuat upaya penegakan hukum terhadap berbagai tindak kejahatan tersebut.

Prabowo menilai praktik korupsi, penyelundupan, perjudian daring, peredaran narkotika, hingga perdagangan manusia bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia berpendapat persoalan ini dapat menggerus masa depan bangsa hingga menghambat pembangunan nasional.

Prabowo menyampaikan hal itu saat memberikan pidato HUT ke-80 Bhayangkara di Lapangan Satuan Latihan Korps Brigade Mobil Kepolisian RI, Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (1/7).

"Saya tekankan kembali, narkotika adalah ancaman yang sangat besar bagi bangsa kita. Judi online, ancaman yang sangat merugikan bangsa kita," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyoroti soal aktivitas pertambangan dan perkebunan ilegal yang turut menggerus ekonomi dalam negeri. Prabowo kemudian mengaitkan tingginya angka kemiskinan dengan praktik korupsi, penyelundupan, dan berbagai kegiatan ekonomi ilegal.

Menurutnya, kejahatan-kejahatan tersebut menghambat pemerataan kesejahteraan. "Tantangan masih besar. Rakyat kita masih menderita kemiskinan, dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal," ujarnya.

"Karena itu tantangan saudara, tantangan kita semua, masih besar dan masih banyak."

Dalam pidatonya kali ini, Prabowo juga mengingatkan agar demokrasi Indonesia tidak dirusak oleh kepentingan asing maupun dikuasai kelompok yang memiliki kekuatan modal besar.

Ia mengatakan kebebasan berdemokrasi harus tetap dijaga tanpa mengorbankan persatuan bangsa dan kepentingan nasional.

Menurutnya, pemerintah tetap menghormati kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi sekaligus menjadi sarana memperbaiki penyelenggaraan pemerintahan.

Kendati demikian, Prabowo meminta agar demokrasi tidak dibajak oleh kelompok yang memiliki kekuatan finansial maupun dirusak oleh kepentingan asing yang dapat mengganggu kedaulatan bangsa.

"Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita. Tapi, keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu