Kepala BGN Ubah Skema Pengembalian Investasi SPPG, Tak Lagi Jamin Keuntungan

Katadata/Fauza Syahputra
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) menyapa wartawan usai menyampaikan keterangan di gedung BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
27/7/2026, 18.29 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono berencana mengubah fokus pengembalian investasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dari untung menjadi tidak rugi.

Ia mengatakan hal ini demi memastikan adanya keadilan. Sudaryono juga enggan mengikuti janji pimpinan BGN sebelumnya bahwa pemilik dapur SPPG akan untung. 

"Saya tidak bisa memenuhi janji pimpinan BGN sebelumnya. Namun kami pastikan akan mencari skema yang adil dan memastikan yang bersangkutan tidak dirugikan," kata Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya, Senin (27/7).

Pimpinan BGN sebelumnya menjanjikan insentif senilai Rp 6 juta per hari sebagai bentuk pengembalian investasi para mitra. Insentif tersebut merupakan dana bantuan operasional dalam menjalankan program MBG.

Sudaryono menenggarai insentif tersebut telah mengakibatkan pengambilan keuntungan secara ugal-ugalan oleh oknum mitra. Sebab, insentif tersebut diberikan secara rata tanpa memperhitungkan jumlah penerima manfaat MBG.

Menurutnya, jumlah SPPG yang beroperasi dengan baik cukup banyak. Namun Sudaryono berniat untuk menyisir seluruh SPPG untuk mengetahui SPPG mana saja yang memiliki afiliasi dengan pimpinan BGN terdahulu.

Selain itu, Sudaryono akan mengaudit 27.469 SPPG yang kini beroperasi untuk mencari SPPG yang belum memenuhi standar kebersihan maupun keamanan pangan.

"Kami juga akan menyisir semua mitra SPPG dan yayasan yang diindikasikan berperilaku tidak benar. Semua temuan akan ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi hingga penutupan permanen," katanya.

Pada saat yang sama, dia memahami beberapa investor SPPG telah menaruh seluruh hartanya dalam program pembangunan SPPG. Sudaryono menemukan sebagian investor SPPG berutang ke pihak non-bank hingga menggadaikan rumah yang ditempati agar bisa mendirikan SPPG.

Walau demikian, Sudaryono mensinyalir pihaknya akan menghentikan sementara pemberian insentif Rp 6 juta tersebut. Namun Sudaryono menekankan pihaknya akan berusaha para investor SPPG tidak dirugikan dari program pemerintah.

"Kami tidak mungkin membiarkan SPPG untung ugal-ugalan sebagaimana dijanjikan pimpinan BGN terdahulu," katanya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan ada potensi pengurangan anggaran program makan bergizi gratis (MBG). Hal ini masih dihitung Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional. Pengurangan ini berasal dari penataan ulang program prioritas Presiden Prabowo yang satu ini.

Dia menyebut penghitungan anggaran ini dilakukan untuk seluruh aspek, termasuk pemberian insentif sebanyak Rp 6 juta per hari bagi setiap SPPG atau dapur pada program MBG.

"Di situ juga ada catatan perbaikan yang harus dilakukan, yang sudah baik juga diawasi agar kualitasnya terjaga,” kata Prasetyo saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (11/6).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief