Alasan Prabowo Tunjuk KSAD Pimpin Proyek Bangun Jembatan di Daerah

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (tengah) saat Apel Gelar Alat Material Zeni (Almatzi) di Dermaga Satuan Angkutan Air Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/1/2026).
29/7/2026, 15.02 WIB

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Jembatan. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan jembatan di daerah terpencil, terisolasi, dan wilayah terdampak bencana.

Hingga 28 Juli 2026, program tersebut telah menghubungkan 7.371 desa dan kelurahan. Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana, mengatakan TNI AD memiliki kemampuan teknis, pengalaman, serta jaringan kewilayahan yang mampu mempercepat penyediaan akses dasar bagi masyarakat.

“Penunjukan TNI Angkatan Darat sebagai pelaksana program ini didasari sejumlah pertimbangan. Satuan Zeni TNI Angkatan Darat memiliki kemampuan teknis pembangunan jembatan didukung jaringan komando kewilayahan yang menjangkau hingga tingkat desa,” kata Kurnia dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/7).

Kurnia menjelaskan pemerintah menunjuk TNI AD sebagai pelaksana Program Jembatan Garuda karena institusi tersebut memiliki pengalaman dalam membangun infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) maupun berbagai operasi kemanusiaan.

Pengalaman tersebut dinilai membuat TNI AD mampu melaksanakan pembangunan secara cepat, tepat, dan efisien, termasuk di wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau. "Termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau didukung kemampuan mobilisasi personel dan peralatan ke daerah terpencil," ujar Kurnia.

Program jembatan perintis merupakan bagian dari tugas satgas yang dibentuk oleh Presiden Prabowo pada 28 November 2025. Program itu bermula dari banyaknya laporan dan temuan mengenai anak-anak sekolah di daerah terpencil yang harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi sungai berarus deras karena belum tersedia jembatan yang layak.

Pemerintah menargetkan pembangunan 2.838 titik Jembatan Garuda yang tersebar di 38 provinsi, dengan prioritas pada kabupaten dan kota yang memiliki tingkat keterisolasian tinggi serta kebutuhan konektivitas yang mendesak.

Hingga 28 Juli 2026, sebanyak 1.416 jembatan atau 49,9% dari target telah rampung dibangun, sedangkan 1.422 jembatan lainnya atau 50,1% masih dalam tahap konstruksi. Terdiri dari 80 jembatan bailey, 524 jembatan armco, 459 jembatan beton, dan 353 jembatan perintis.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu