Survei Sebut Kepuasan Publik Turun, Istana: Pemerintah Tak Mengejar Angka

ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
31/7/2026, 07.09 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan pemerintah tidak menjadikan hasil survei sebagai tolok ukur dalam menjalankan program-program pemerintahan.

Ia menyampaikan hal itu dalam menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru-baru ini. Hasil jajak pendapat itu mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun dari 81,2% pada November 2025 menjadi 51,1% pada Juli 2026.

Prasetyo mengatakan, pemerintah sejak awal berkomitmen menjalankan program berdasarkan kebutuhan masyarakat. Bukan untuk mengejar tingkat elektabilitas maupun penilaian dalam survei.

“Kami meyakini apa yang diputuskan oleh Bapak Presiden, program yang sekarang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan lembaga karena memang semua berorientasi untuk kepentingan masyarakat. Kami tidak pernah bekerja untuk mengejar sebuah survei,” kata Prasetyo kepada wartawan dalam perjalanan dari Batang, Jawa Tengah, menuju Jakarta menggunakan Kereta Api Nusantara Explorer pada Kamis (30/7).

Dia menuturkan, pemerintah tetap fokus mempercepat berbagai program prioritas, mulai dari penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, industrialisasi, hingga hilirisasi. Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut akan menjadi ukuran utama kinerja pemerintah.

“Kami yakin rakyat akan bisa menerima apa semua yang dijalankan sebagai janji kampanye, sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, ingin sejahtera, mandiri,” ujarnya.

SMRC sebelumnya merilis survei yang mencatat penurunan tajam tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam sembilan bulan terakhir. Survei terbaru menunjukkan tingkat kepuasan turun dari 81,2% pada November 2025 menjadi 51,1% pada Juli 2026.

Hasil survei tersebut menjadi bagian dari studi yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 dan dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal YouTube SMRC TV pada Minggu (26/7).

Deni mengungkapkan, dalam periode sembilan bulan terakhir, tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo turun sekitar 30,1 poin persentase. Di sisi lain, proporsi masyarakat yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas meningkat dari 16% menjadi 46,9%.

“Dalam survei Juli ini sekarang kita peroleh 51,1%. Artinya merosotnya sekitar 30 poin (30%) dalam sekitar 9 bulan. Penurunannya bisa dikatakan cukup tajam," kata Deni dalam pemaparannya.

Survei menunjukkan sebanyak 4,8% responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja presiden, 46,3% cukup puas, 35% kurang puas, 11,9% tidak puas sama sekali, dan 2,1% tidak memberikan jawaban.

Menurut Deni, penurunan kepuasan publik berkaitan erat dengan memburuknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum di Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu