Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Janjikan Skema Beli Tanpa DP
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8). Dalam agenda tersebut, Prabowo turut meninjau fasilitas produksi dan area pameran motor listrik pabrikan Alva, Gesits, hingga motor trail listrik Sprint produksi PT Len Industri.
Prabowo mengatakan penggunaan motor listrik dapat menekan biaya mobilitas masyarakat secara signifikan dibandingkan dengan motor berbahan bakar bensin. Menurutnya, penghematan biaya penggunaan motor listrik setidaknya mencapai 50% hingga 70%.
“Penghematan pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50%, bahkan bisa sampai 70% di ujungnya”, kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (13/8).
Prabowo mengatakan pemerintah juga akan memberikan insentif untuk menekan bunga cicilan pembelian motor listrik. Menurut dia, kebijakan tersebut ditujukan untuk membuat motor listrik lebih terjangkau bagi masyarakat. “Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengatakan, pemerintah tengah mempertimbangkan skema tukar tambah bagi masyarakat yang telah memiliki motor berbahan bakar bensin. Melalui skema tersebut, masyarakat dapat menyerahkan motor lamanya untuk mendapatkan motor listrik baru dengan menambah sejumlah biaya tertentu.
Penggunaan kendaraan dan berbagai peralatan berbasis listrik dinilai menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan energi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Prabowo mendorong pemanfaatan listrik sebagai sumber energi utama, mulai dari motor dan mobil listrik, bus listrik, hingga traktor listrik.
Menurut Prabowo, peralihan ke energi listrik juga dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor. Menteri Pertahanan 2019-2024 itu menyebut Indonesia mengeluarkan devisa sekitar US$28 miliar hingga US$30 miliar setiap tahun untuk impor BBM.
“Dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman. Kita akan lebih Sejahtera,” kata Prabowo.
Program MOLINAS digagas oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama PT Len Industri. Program ini dirancang bukan sekadar untuk meluncurkan produk motor listrik, tetapi membangun ekosistem industri kendaraan listrik nasional secara terintegrasi.
Ekosistem tersebut mencakup industri manufaktur, komponen dan baterai, fasilitas pengisian serta penukaran baterai, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, hingga penyerapan pasar.
PT Len Industri ditunjuk sebagai lead integrator yang mengoordinasikan kolaborasi para pemangku kepentingan. Perusahaan tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi holding industri pertahanan DEFEND ID di bawah Kementerian Pertahanan.
PT Len Industri memiliki kapasitas produksi hingga 100 ribu unit motor listrik per tahun. Pemerintah juga menargetkan program MOLINAS mampu meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari sekitar 40% saat ini menjadi 60%.
Berdasarkan proyeksi PT Len Industri, total permintaan motor listrik nasional pada 2028 diperkirakan mencapai sekitar 1,5 juta unit. Adapun target produksi pada 2026 mencapai 75 ribu unit.
Pengembangan MOLINAS juga diproyeksikan memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Ekosistem ini diperkirakan dapat menciptakan sekitar 215 ribu lapangan kerja di sektor OEM, komponen, baterai, infrastruktur pengisian daya, hingga jasa.
Selain itu, program tersebut diperkirakan dapat memberikan manfaat ekonomi sekitar Rp 44 triliun hingga Rp 77 triliun serta mengurangi subsidi BBM dan meningkatkan keseimbangan neraca perdagangan energi hingga sekitar Rp82,2 triliun.