Buruknya Kualitas Udara Jakarta saat Perayaan HUT RI ke-81 jadi Sorotan

ANTARA FOTO/Salma Talita/foc.
Sejumlah peserta mengikuti perlombaan panjat pinang pada Pesta Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (17/8/2026).
18/8/2026, 10.07 WIB

Kualitas udara Jakarta belakangan kembali menarik perhatian, salah satunya dalam momen peringatan kemerdekaan RI ke-81 kemarin. Saat atraksi pesawat dan penerjun dari TNI dilakukan pada Senin (17/8), masyarakat dibuat ‘gagal fokus’ dengan langit Jakarta yang kelabu.

Adapun hari ini, sejumlah wilayah juga terpantau memiliki kualitas udara tidak sehat. Dalam unggahan Instagram resmi Bicara Udara, lembaga non-profit yang mengadvokasi strategi peningkatan kualitas udara itu menyoroti kabut polusi di sekitar lokasi atraksi.

“Atraksi pesawat dan penerjun TNI mewarnai langit dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 hari ini. Namun, aksi hebat ini justru terlihat tidak menarik karena kabut polusi udara di sekelilingnya,” demikian dikutip dari unggahan @bicaraudara, pada Selasa (18/8). 

Dalam unggahannya juga disebutkan, beberapa waktu terakhir, Jakarta memiliki kualitas udara dengan level tidak sehat. Bahkan, beberapa kali menduduki peringkat pertama kota paling berpolusi versi IQAir. 

Mengutip IQAir, secara umum kualitas udara Jakarta hari ini kembali tergolong tidak sehat dengan poin AQI mencapai 157. Polutan utamanya berupa PM2,5 dan mencapai konsentrasi hingga 64µg/m&³3;. Kondisi ini diperkirakan bertahan hingga pukul 11.00 WIB, sebelum akhirnya melandai pada siang hari dan kembali meningkat pada pukul 15.00 WIB.

PM2,5 merupakan partikulat kecil di udara yang ukurannya lebih kecil dari diameter rambut manusia dan umumnya muncul akibat aktivitas pembakaran, misalnya emisi kendaraan, aktivitas industri, maupun kebakaran hutan dan lahan. Jika masuk ke dalam tubuh, PM2,5 bisa memicu berbagai efek kesehatan, terutama gangguan pernapasan.

Serupa, berdasarkan pemantauan udara.jakarta.go.id milik Dinas Lingkungan Hidup Jakarta pada pukul 08.00 WIB, sejumlah wilayah di Jakarta terpantau mencapai level kualitas udara tidak sehat.

Kualitas paling buruk terpantau berada di kawasan Taman Sutoyo di Kramat Jati, Jakarta Timur. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai poin 144 atau masuk kategori tidak sehat, dengan parameter PM2,5 mencapai konsentrasi 117,84µg/m&³3;.

Kualitas udara tidak sehat juga terpantau di kawasan SDN 5 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, dengan poin ISPU mencapai 129. Konsentrasi PM2,5 di lokasi tersebut sekitar 87,48µg/m&³3;. 

Kualitas udara di kawasan SDN 18 Cipinang Muara di Jatinegara, Jakarta Timur, juga tercatat tidak sehat pagi ini dengan poin ISPU mencapai 121. Konsentrasi PM2,5 di lokasi tersebut sekitar 86,69µg/m&³3;. 

Ketika kualitas udara tidak sehat, DLH Jakarta mengimbau masyarakat untuk memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan, menjaga hidrasi terutama jika beraktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker jika berada di area berdebu, dekat jalanan padat, atau lekat dengan asap kendaraan.

Sementara itu, kualitas udara yang tergolong baik terpantau berada di kawasan SMKN 04 Jakarta di Cilincing, Jakarta Utara. Poin ISPU di lokasi tersebut hanya menyentuh angka 9 dengan konsentrasi PM2,5 sekitar 3,1µg/m&³3;.

Kualitas udara serupa terpantau berada di kawasan Jakarta Garden City Shinano di Cakung, Jakarta Timur, serta di kawasan SDN 05 Cakung Timur, Jakarta Timur. 

Kategori kualitas udara dibagi menjadi beberapa kategori. Kualitas udara baik memiliki konsentrasi PM2,5 dalam rentang 0-15,5µg/m&³3;. 

Sementara, kualitas udara sedang berada di rentang 15,6-55,4µg/m&³3;; kualitas udara tidak sehat berada di rentang 55,5-150,4µg/m&³3;; kualitas udara sangat tidak sehat berada di rentang 150,5-250,4µg/m&³3;; serta kualitas udara berbahaya berada di rentang lebih dari 250,4µg/m&³3;.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas