Purbaya Pastikan Anggaran Tanggap Bencana NTT Cukup, Siap Tambah Jika Kurang
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai pemerintah daerah masih bisa menangani dampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan bantuan pemerintah pusat.
Saat meninjau lokasi terdampak bencana alam tersebut, bendahara negara berkomunikasi dengan kepala daerah di sana. Ia meminta bupati untuk menggunakan terlebih dahulu anggaran yang tersedia untuk penanganan bencana. Jika nantinya terdapat kekurangan, Purbaya meminta Bupati untuk meminta anggaran tambahan kepadanya.
“Approach-nya akan mirip Aceh mungkin, tapi kita lihat bagaimana keparahan bencana di sini, apakah perlu Satgas khusus atau tidak perlu,” kata Purbaya dalam keterangannya, Rabu (19/8).
Purbaya menilai, untuk penanganan bencana di NTT agar ditangani Pemda terlebih dahulu, dengan bantuan pemerintah pusat. Ia membandingkan kondisi dengan dampak bencana yang terjadi di Aceh pada akhir 2025.
Di sisi lain, Purbaya memastikan ketersediaan anggaran untuk tanggap bencana cukup. Purbaya menyatakan, pemerintah menganggarkan hingga Rp5 triliun untuk kebutuhan tanggap bencana. Dana tersebut masuk ke dalam pos Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kalau itu BNPB, kami sediakan cukup banyak. Harusnya sih kami bisa sediakan sampai Rp5 triliun, ya, tapi kita akan tunggu permintaan dari BNPB seperti apa,” kata Purbaya.
Di sisi lain, Purbaya meminta anak buahnya di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Daerah Kemenkeu untuk memantau penanganan bencana tersebut.
Purbaya juga memastikan pemerintah pusat akan menyiapkan anggaran untuk penanganan daerah terdampak bencana alam tersebut.
“Tapi tentu nanti kita kan kalau dari pusat pasti dalam keadaan seperti ini BNPB dulu yang yang jalan. Kita pastikan anggaran BNPB cukup,” kata Purbaya.