Putin Sebut akan Bertemu Prabowo di Rusia pada September 2026
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut sedang menantikan pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto. Dikutip dari situs pemerintahan Rusia, pertemuan tersebut akan terlaksana di Vladivostok, Rusia pada bulan depan.
Rencana pertemuan ini diungkapkan Putin ketika mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan ke 81 RI, Senin (17/8).
“Tentu saja, saya menantikan pertemuan kita di Vladivostok pada awal September,” kata Putin, dikutip dari situs Kremlin, Jumat (21/8).
Dalam ucapannya, Putin mengatakan Indonesia telah meraih berbagai pencapaian yang diakui secara luas di bidang ekonomi dan sosial. Dia menyebut Indonesia juga memperoleh penghormatan yang layak di kancah global.
Putin menyampaikan hubungan antara pemerintah Rusia dan Indonesia berkembang dengan baik. Hal ini tercermin dari berbagai kontrak produktif kedua negara.
Pimpinan Rusia tersebut juga mengatakan negaranya akan terus melakukan perluasan kemitraan yang saling menguntungkan kedua negara. Hal ini dilakukan baik secara bilateral maupun dalam kerangka BRICS, dialog Rusia-ASEAN, serta berbagai forum internasional lainnya.
“Saya yakin hal ini akan sepenuhnya memenuhi kepentingan rakyat kedua negara yang bersahabat dan berkontribusi pada penguatan keamanan, serta stabilitas di kawasan Asia-Pasifik dan di seluruh dunia,” ujarnya.
Dia turut mendoakan Prabowo agar selalu diberikan kesehatan yang prima dan kesuksesan dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Putin juga mendoakan seluruh rakyat Indonesia dalam kebahagiaan dan kesejahteraan.
Presiden Prabowo terakhir bertemu dengan Putin pada April 2026. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung selama lima jam di Kremlin.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sebelumnya mengatakan, durasi pertemuan yang cukup panjang antara Prabowo dan Putin mencerminkan kedalaman pembahasan dua negara dalam memperkuat kemitraan strategis, khususnya di sektor energi, sumber daya mineral (ESDM) dan pengembangan industri nasional.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Senin (13/4).