Jakarta sedang menyiapkan berbagai fondasi untuk memperkuat posisinya sebagai kota global. Salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yakni pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan. 

Penggunaan data, teknologi, dan kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) mulai masuk ke berbagai lini di pemerintahan. Mulai dari pelayanan publik, pengelolaan pengaduan warga, integrasi data, hingga pengambilan keputusan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pemanfaatan data dan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing kota. 

“Data, teknologi digital, dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa dan kota. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional punya tanggung jawab menjadi penggerak transformasi ini,” kata Pramono, dikutip dari Antara.

Arah tersebut sejalan dengan target Pemprov DKI untuk membawa Jakarta masuk dalam 20 besar kota global pada 2045. Posisi Jakarta dalam Global City Index juga menunjukkan perkembangan, dari peringkat 74 menjadi 71 dunia.

Pemprov DKI menyiapkan Jakarta RISE#20 sebagai salah satu kerangka transformasi untuk mencapai target tersebut. Penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi menjadi bagian dari upaya membangun kota yang lebih kompetitif dan adaptif.

Salah satu penerapan transformasi digital diwujudkan melalui JAKI  atau Jakarta Kini. Platform JAKI menjadi pintu akses masyarakat terhadap berbagai layanan pemerintah sekaligus kalan komunikasi antar warga dan Pemprov DKI.

Penggunaan JAKI terus berkembang. Hingga Agustus 2026, aplikasi tersebut telah diunduh 7,06 juta kali dan memiliki 101 fitur layanan publik.

Penataan kelembagaan digital juga berlanjut ke level tata kelola data. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) mengembangkan Carik Jakarta sebagai bagian dari sistem pendataan keluarga.

Dashboard Carik Jakarta saat ini menyajikan 12 topik strategis yang menggambarkan kondisi masyarakat. Temanya mencakup kependudukan, kesehatan, lingkungan, pendidikan, pembangunan keluarga, teknologi informasi, fertilitas dan keluarga berencana, perumahan, sosial ekonomi, potensi bencana, transportasi, serta ketenagakerjaan. 

Data tersebut memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai kondisi warga. Misalnya, dashboard teknologi informasi Carik Jakarta mencatat 91,27% penduduk berusia lima tahun ke atas pernah mengakses internet, sementara 92,75% keluarga tercatat memiliki telepon seluler.

Melalui digitalisasi, berbagai proses pelayanan dan koordinasi pemerintahan yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan, manfaat dari digitalisasi terlihat dari perubahan proses layanan dan koordinasi. Efisiensi bukan dinilai semata dari berkurangnya penggunaan kertas atau proses manual.

“Dengan digitalisasi, beberapa tahapan yang sebelumnya membutuhkan interaksi dan perpindahan informasi secara manual dapat dilakukan secara digital. Laporan dari masyarakat dapat masuk melalui berbagai kanal dalam satu ekosistem, diteruskan ke perangkat daerah yang menangani, dan status penanganannya dapat dipantau,” ujarnya, kepada Katadata, Selasa (1/9) .

Proses tersebut membantu mengurangi pekerjaan administratif yang berulang dan mempercepat distribusi informasi kepada unit yang tepat. Bagi perangkat daerah teknis, konsolidasi data layanan dan pengaduan juga memungkinkan pemerintah melihat permasalahan secara lebih menyeluruh.

Data yang masuk dapat dianalisis berdasarkan pola, lokasi, kategori masalah, volume laporan hingga kinerja tindak lanjut. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menentukan prioritas intervensi.

Di sisi lain, Dewi pun tak menampik terdapat tantangan pada sisi pemanfaatan teknologi digital dan penerimaan masyarakat. 

“Menurut kami, tantangan terbesar bukan semata-mata menyediakan aplikasi atau fitur digital, tetapi mengubah kebiasaan dan memastikan masyarakat melihat manfaat nyata dari layanan digital tersebut. Warga akan beralih ketika kanal digital dianggap lebih mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian dibandingkan proses konvensional,” ujarnya.

Karena itu, imbuh Dewi, Pemprov DKI tetap menyediakan layanan tatap muka bagi masyarakat. Kanal digital berjalan berdampingan dengan layanan konvensional sehingga warga dengan keterbatasan akses perangkat maupun kemampuan digital tetap memiliki pilihan untuk mendapatkan pelayanan.

Salah satu penerapannya terdapat pada fitur Laporan Warga di JAKI. Warga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi. Fasilitas penyampaian laporan juga tersedia di kantor pemerintahan, termasuk kelurahan dan kecamatan. 

Model ini memberikan ruang bagi masyarakat dengan tingkat literasi digital yang berbeda untuk tetap terhubung dengan pemerintah.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Ponirin Ariadi Limbong mengungkapkan, digitalisasi juga mulai diarahkan pada pemanfaatan AI untuk meningkatkan pengelolaan layanan publik. 

Jakarta Smart City (JSC), misalnya, selain memanfaatkan AI untuk membantu proses verifikasi, informasi menjadi diperkaya dalam setiap laporan masyarakat. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengolah laporan warga menjadi data yang lebih bernilai bagi proses pengambilan keputusan. 

“Dengan demikian, laporan masyarakat tidak hanya ditindaklanjuti satu per satu, tetapi juga dapat digunakan untuk melihat pola dan kecenderungan permasalahan di berbagai wilayah Jakarta,” kata Ponirin.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya berfokus memperluas penggunaan JAKI sebagai satu aplikasi layanan publik. Pemerintah juga mendorong terbentuknya ekosistem layanan digital yang terintegrasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Integrasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat fondasi Jakarta dalam bertransformasi menjadi kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.