Ada Bangunan KDMP di Lokasi Terpencil, Mendes Sebut Hasil Musyawarah Desa

ANTARA FOTO/Fitra Yogi/tom.
Foto udara Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang baru selesai dibangun di kaki bukit Nagari Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Selasa (4/8/2026).
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Ahmad Islamy
9/9/2026, 17.55 WIB

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyebut lokasi seluruh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah terbangun merupakan hasil musyawarah desa. Hal itu disampaikannya menanggapi kabar yang mengungkapkan sebagian titik KDMP berada jauh dari kegiatan perekonomian, seperti di atas gunung atau di tepi laut.

Yandri mengakui sebagian lokasi KDMP memang tidak strategis lantaran minimnya inventaris tanah yang jelas secara hukum dan memenuhi kriteria di desa tersebut. Namun, ia menekankan pemilihan lokasi itu telah diputuskan melalui mekanisme di tingkat desa.

"Mereka bukan tidak mau KDMP ada di tempat strategis, tapi tanahnya tidak ada. Menurut saya, tidak ada masalah dengan lokasi KDMP yang sudah terbangun saat ini, karena fungsinya memang melayani desa," kata Yandri di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (9/9).

Data dari Sistem Informasi Manajemen KDMP atau Simkopdes mengungkapkan total KDMP yang telah menyelesaikan tahap konstruksi mencapai 23.949 sampai hari ini. Sementara itu, sebanyak 11.600 KDMP sedang dalam proses pembangunan fisik.

Masih menurut Simkopdes, sejauh ini ada lima provinsi yang memiliki lebih dari 5.000 KDMP, yakni Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra Utara. Dua provinsi dengan jumlah KDMP terbanyak adalah Jawa Timur sejumlah 8.494 unit dan Jawa Tengah dengan total 8.524 unit.

Lebih dari 90% KDMP di Jawa Tengah dan Jawa Timur telah memiliki bangunan fisik. Karena itu, jumlah transaksi KDMP di Jawa Timur telah mencapai Rp 71,44 miliar secara tahun berjalan.

Yandri mengestimasi jumlah bangunan KDMP yang ada di lokasi terpencil kurang dari 20 unit. Namun ia mengeklaim jarak setiap bangunan KDMP tidak terlalu jauh dari pusat aktivitas masing-masing desa. "Masyarakat juga biasanya agak jauh untuk pergi ke pasar. Yang penting, fungsi KDMP harus dikedepankan," ujarnya.

Maka dari itu, Yandri memastikan setiap bangunan KDMP berada di pinggir jalan yang sering dilewati masyarakat desa. Menurutnya, jalan tersebut dapat dilalui kendaraan logistik yang menjadi bagian dari fungsi KDMP.

Hal tersebut penting lantaran KDMP menjadi gudang komoditas hasil produksi desa. Yandri juga mengatakan jalan yang terhubung dengan KDMP dapat dilalui mobil pikap, truk, hingga motor roda tiga.

"Sebab, kendaraan tersebut akan mengantar dan menjemput barang-barang hasil desa maupun yang dibutuhkan masyarakat desa," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebelumnya berencana menertibkan KDMP yang dibangun di lokasi yang tidak tepat. Sasaran penertiban itu juga mencakup koperasi yang berada di kawasan pegunungan.

Zulhas mengatakan, pembangunan KDMP ditargetkan juga meningkat mencapai 35 ribu unit pada tahun ini. Pemerintah menargetkan koperasi tersebut dapat mulai beroperasi pada bulan depan.

"Koperasi Desa Merah Putih akan selesai 35 ribu insyaallah di Agustus akhir, sehingga September bisa operasi," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief