Menkopolpam Sebut Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Belum Jadi Bencana Nasional
Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Dudung Abdurachman, menyatakan pemerintah belum berencana menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan sebagai bencana nasional.
“Belum, kita masih mampu menangani,” kata Dudung setelah mengikuti rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (12/10).
Dudung menyatakan rapat bersama presiden kali belum membahas kemungkinan penerimaan bantuan internasional untuk menangani karhutla. Ia menyebut pemerintah masih memprioritaskan penanganan karhutla melalui upaya dalam negeri. “Belum, (bantuan dari negara lain) tadi belum dibahas,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (18/9).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Ahmad Zahid membahas kerja sama penanganan karhutla. “Malaysia menawarkan bantuan ingin ikut membantu kita untuk mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan. Hal ini saya tanggapi dengan terima kasih, dengan gembira,” kata Prabowo dalam siaran pers yang diterbitkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan bantuan tersebut akan segera dikirimkan dalam waktu dekat. Malaysia akan mengerahkan satu pesawat, tiga helikopter, serta 52 anggota tim pemadam kebakaran untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia.
“Ini juga pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu, dan ini juga saya sedang menyusun langkah-langkah pencegahan menyeluruh, supaya tidak tiap beberapa tahun muncul lagi, muncul lagi,” ujarnya.
Dukungan dari negara-negara sahabat, kata Prabowo, menunjukkan persoalan kebakaran hutan tidak hanya menjadi perhatian Indonesia. Selain Malaysia, Indonesia juga telah menerima bantuan dari Jepang dan sejumlah negara lain yang menawarkan dukungan dalam penanganan karhutla.
“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang memengaruhi banyak pihak dan walaupun itu kebakaran di Indonesia, tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin bantu kita, dan kita terima dengan baik,” ujarnya.