Shopee – Blibli Gelar 11.11, J&T Express Kirim Belasan Juta Paket

ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Warga memilih barang-barang belanjaan yang dijual secara daring di Jakarta, Kamis (18/7/2019).
15/11/2021, 15.30 WIB

E-commerce seperti Shopee, Blibli, dan Lazada menggelar festival belanja 11.11. Perusahaan logistik J&T Express pun mengirimkan 16,5 juta paket selama pesta diskon ini. 

CEO J&T Express Robin Lo mengatakan, mayoritas paket selama 11.11 tahun ini berasal dari e-commerce, yakni 70%. Pengiriman pada periode pesta diskon ini meningkat 1,5 kali lipat dibandingkan hari biasa 2,5 juta paket. 

Robin mengatakan, perusahaan telah mengantisipasi lonjakan pengiriman paket sebelum gelaran 11.11 dimulai. "Persiapan yang utama bagi kami adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan armada yang memadai," katanya dalam siaran pers, Senin (15/11).

Unicorn itu pun menambah tenaga kerja dan kapasitas unit selama gelaran 11.11. J&T Express juga terbantu kehadiran kargo udara atau air freighter. Selain itu, sistem order via aplikasi dianggap menunjang pertumbuhan pengiriman. 

J&T Express juga menyediakan pilihan pengiriman Cash On Delivery (COD) untuk metode pembayaran.

Selain itu, menambah jumlah outlet agar lonjakan paket selama 11.11 bisa tertangani. Outlet J&T Express kini tersebar di 4.000 titik, yang terdiri dari drop point dan collection point.

J&T Express juga terus mengembangkan layanan barunya yakni J&T Super. Kini layanan ini mencakup hingga 30 kota di Indonesia.

Robin mengatakan, layanan itu mampu menunjang kenaikan transaksi pengiriman terutama di kota-kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta. 

Transaksi perusahaan logistik seperti J&T Express memang terdorong oleh pertumbuhan penggunaan e-commerce selama pandemi Covid-19. Bank Indonesia (BI) mencatat, nominal transaksi e-commerce meningkat 29,6%.

Total nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) e-commerce US$ 53 miliar atau Rp 754 triliun. Sektor ini berkontribusi paling besar terhadap keseluruhan ekonomi digital Indonesia yang diramal US$ 70 miliar atau Rp 997 triliun tahun ini.

Itu berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain bertajuk e-Conomy SEA 2021. Rinciannya dapat dilihat pada Bagan di bawah ini:

Proyeksi transaksi e-commerce, ojek online, online travel, media online, dan finansial di Indonesia pada 2021 (Google, Temasek, dan Bain & Company)

"Pada 2021, platform e-commerce yang menjadi pendorong utama ekonomi digital di Indonesia," demikian dikutip dari laporan tersebut, pekan lalu (10/11).

Meski begitu, sektor e-commerce tahun ini mengalami perlambatan pertumbuhan dibandingkan tahun lalu, yaitu dari 66,66% menjadi 52%.

Di Asia Tenggara, GMV e-commerce diprediksi melonjak 62% yoy menjadi US$ 120 miliar tahun ini dan naik 18% menjadi US$ 234 miliar pada 2025. Satu dari dua pembeli di Asia Tenggara menunjukkan frekuensi pembelian yang lebih tinggi sejak pandemi corona.

"Hasilnya, kami juga melihat peningkatan penekanan pada kelekatan pengguna dan pertumbuhan nilai pesanan seiring dengan meningkatnya penetrasi, di atas upaya akuisisi pengguna yang berkelanjutan," demikian dikutip.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan