Regulator e-commerce Cina mendenda Alibaba hingga TikTok versi Tiongkok Douyin total 3,6 miliar yuan atau Rp 9 triliun (Rp 2.514 per yuan) pada Jumat (18/4) waktu setempat. Denda diberikan atas pelanggaran keamanan pengiriman makanan.

Ada tujuh perusahaan yang didenda. Enam di antaranya Pinduoduo, Meituan, JD.com, Douyin milik ByteDance, serta Tmall dan layanan pengiriman makanan Taobao Shangou milik Alibaba.

“Investigasi menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut gagal mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi konsumen dan memverifikasi lisensi dan kualifikasi penjual makanan online dengan benar,” kata regulator dikutip dari Reuters, Sabtu (19/4).

Dalam pernyataan pers, Pinduoduo mengatakan bahwa mereka akan membayar denda dan mematuhi keputusan regulator. "Kami akan mengambil ini sebagai pelajaran, lebih lanjut menstandarisasi proses bisnis kami, dan melakukan optimasi dan perbaikan," kata perusahaan.

Meituan, ByteDance, dan Alibaba belum memberikan tanggapan.

Pengiriman makanan di Cina telah menjadi sangat kompetitif selama 12 bulan terakhir, dengan raksasa e-commerce Alibaba dan JD.com secara agresif mengejar pangsa pasar dengan menawarkan kupon dan diskon untuk produk-produk termasuk es krim dan kopi untuk dibawa pulang.

Pertempuran untuk ‘ritel instan’ dengan barang yang dikirim dalam waktu satu jam tidak hanya menekan keuntungan perusahaan, tetapi juga menarik perhatian dari regulator Tiongkok yang telah berulang kali memperingatkan tentang ‘persaingan yang merugikan’ di antara perusahaan pengiriman makanan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.