Brand Mulai Bikin Situs Web Sendiri karena Biaya Admin Marketplace Naik

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar
Warga berbelanja secara daring di salah satu aplikasi belanja di Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/8/2025).
Penulis: Desy Setyowati
4/5/2026, 20.04 WIB

Beberapa merek atau brand menggenjot penjualan di situs web sendiri, lantaran naiknya biaya yang harus ditanggung pedagang online alias seller di marketplace, termasuk biaya admin.

True to Skin, Noera Beauty Care, dan Raecca mengumumkan langkah untuk mendorong pembeli bertransaksi di situs website mereka sendiri. Begitu juga seller dengan nama akun Watch Story yang menjual jam tangan dan Iumi yang menjual produk kecantikan.

Salah satu pendiri alias co-founder True to Skin, Cliffton menyampaikan toko menghadapi sejumlah tantangan seperti perekonomian yang dirasa melambat, persaingan merek yang semakin ketat, dan situasi geopolitik yang berdampak ke harga bahan baku dan biaya pengemasan imbas kenaikan harga plastik.

“Harga bahan baku dan packaging naik hampir 30%,” kata Cliffton dikutip dari akun Instagram @truetoskinofficial pekan lalu.

Lalu kini, mereka dihadapkan dengan kenaikan sejumlah biaya di marketplace. “Dan kali ini, kenaikannya cukup signifikan dan sangat memberatkan seller, terutama biaya layanan dan logistik,” Cliffton menambahkan.

Beban biaya itu bahkan belum termasuk biaya marketing dan affiliate. Kenaikan-kenaikan biaya ini membuat beban biaya merek yang menjual produk kecantikan ini membengkak.

“Kalau kami tidak menyesuaikan harga di platform (marketplace), jujur saja, kami akan rugi besar,” ujar dia.

Oleh karena itu, True to Skin mengambil langkah baru dengan meluncurkan situs website resmi sendiri yakni www.truetoskin.com. Brand memberikan harga spesial untuk pembelian di laman ini dan gratis ongkir alias ongkos kirim bagi pelanggan yang sudah mendukung brand, tanpa memerinci lebih lanjut.

Noera Beauty Care juga mengeluhkan kondisi ekonomi global dan dampaknya ke kenaikan biaya bahan baku dan operasional. Di tengah kondisi ini, mereka menghadapi kenaikan biaya admin di marketplace dan biaya baru yakni biaya retur alias pengembalian barang dari konsumen.

Kenaikan biaya dan adanya tambahan biaya itu berdampak terhadap struktur biaya operasional. Oleh karena itu, Noera Beauty Care menaikkan harga produk di marketplace.

“Jangan khawatir, konsumen tetap bisa mendapatkan harga khusus (di luar promo e-commerce) melalui pembelian langsung via WhatsApp di nomor 0878 6707 7316 maupun situs web kami,” demikian dikutip dari akun Instagram Noera Beauty Care.

Begitu juga dengan brand kosmetik Raecca. "Ke depan, akan ada penyesuaian biaya layanan dan pengiriman," kata brand melalui akun Instagram, akhir pekan lalu. "Kami menemukan solusi baru. Konsumen bisa berbelanja dan mendapatkan harga khusus di situs website resmi ww.raeccaid.com."

Toko online Watch Story juga memutuskan untuk tidak berjualan lagi di Tokopedia. Namun, pedagang online ini tidak memerinci alasannya.

Sementara itu, toko online cviumi yang berjualan produk kecantikan juga mendorong pembeli untuk bertransaksi lewat situs website resmi dan akun WhatsApp mereka. Melalui laman ini, pembeli akan mendapatkan harga lebih murah ketimbang di marketplace.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
Sebuah kiriman dibagikan oleh IUMI (@cviumi)

Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kementeriannya menerima cukup banyak keluhan dari pelaku usaha mikro dan kecil terkait tingginya biaya administrasi yang dikenakan platform e-commerce.

“Keluhannya sudah lumayan banyak. Hampir setiap hari masuk ke saya, baik lewat pesan langsung (DM) Instagram, Facebook, maupun WhatsApp. Pemerintah harus merespons ini,” ujar Maman di Jakarta, Senin (27/4).

Kenaikan biaya admin itu dinilai memberatkan UMKM, karena mengurangi margin keuntungan dan daya saing mereka di pasar digital. Aturan ini dalam tahap sinkronisasi lintas-kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Hukum, dan Sekretariat Negara.

“Spiritnya yakni memberikan perlindungan dan meningkatkan daya saing UMKM yang beraktivitas di e-commerce,” kata Maman.

Ia menambahkan aturan ini penting, karena hingga saat ini belum ada pengaturan resmi mengenai biaya admin maupun komisi yang diterapkan oleh platform digital. “Aturan ini sifatnya mutlak,” Maman menambahkan.

Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana, sebelumnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pada 20 Januari, Kementerian UMKM bersama Kementerian Perdagangan tengah menyusun revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023.

Permendag Nomor 31 Tahun 2023 mengatur tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik. Revisi itu akan mengakomodasi aturan terkait biaya admin e-commerce.

Dalam revisi tersebut, Temmy menyebut terdapat tiga poin utama yang sedang dibahas, salah satunya mengenai pengaturan biaya platform, termasuk potongan bagi usaha mikro dan kecil dan produk dalam negeri.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.