Strategi Fintech Pintek & Pinteria Gaet Mahasiswa saat New Normal

pintek
Ilustrasi. Pintek sudah menyalurkan pinjaman pada lebih dari 3 ribu siswa dan 100 institusi pendidikan.
Penulis: Agustiyanti
30/5/2020, 11.41 WIB

Startup teknologi finansial Pintek dan platform pembelajaran online Pintaria menyiapkan sejumlah strategi menghadapi masa normal baru atau new normal pandemi corona. Keduanya memperkirakan penggunaan platform pinjaman dana mahasiswa maupun platform fasilitas pembelajaran online akan meningkat selama new normal.

VP of Commercial Pintek Patricia Sanjoto mengatakan penyaluran pinjaman baik pada mahasiswa maupun institusi pendidikan pada kuartal pertama tahun ini menurun. Pandemi covid-19 juga membuat rencana studi mahasiswa terganggu di kuartal kedua.

"Karena ada penurunan jumlah siswa yang mengambil kursus, pengajuan pinjaman untuk biaya kursus pun berkurang," kata dia pada Jumat (29/5). 

Namun, penyaluran pinjaman diperkirakan meningkat lagi pada kuartal ketiga tahun ini atau masa new normal. Beberapa kampus akan membuka pendaftaran mahasiswa dan sudah ada kejelasan kapan mahasiswa akan memulai tahun ajaran baru. 

"Kondisi itu kemungkinan kebutuhan untuk mencicil biaya semester atau uang pangkal meningkat," kata Patricia.

(Baca: Persiapan New Normal, BEI Terapkan Kegiatan Serba Virtual)

Pintek pun menyiapkan strategi untuk menghadapi masa new normal agar bisa menggaet mahasiswa. Menurutnya, saat new normal beberapa tren kebutuhan pinjaman mahasiswaakan  bergeser.

"Kami melihat ada potensi meningkat pada kebutuhan perangkat seperti laptop dan internet untuk melaksanakan pembelajaran secara online," kata dia.

Hingga saat ini, Pintek sudah menyalurkan pinjaman pada lebih dari 3 ribu siswa dan 100 institusi pendidikan. Sudah sekitar Rp 48 miliar dana pinjaman disalurkan baik kepada siswa maupun institusi.

Sementara itu, Head of Marketing & Communication Pintaria Zaneti Sugiharti mengatatakan, platform pembelajaran online di kampus akan tetap diminati selama masa new normal. "Saat new normal kami perkirakan tidak ada perbedaan pada layanan kami. Karena selama ini hampir semuanya bisa dilakukan secara online," kata Zaneti.

(Baca: Fintech Pintek Dapat Pendanaan dari Investor AS meski Ada Pandemi)

Ia menjelaskan, penggunaan layanan Pintaria justru meningkat selama pandemi. "Karena yang tadinya mahasiswa melakukan blended learning, kini semua menjadi online selama pandemi," kata dia.

Adapun untuk menghadapi masa new normal, Zaneti mengatakan perusahaan akan terus lakukan literasi digital. Sebab, di Indonesia masyarakat pendidikan saat ini belum bisa efektif menjalankan kegiatan pembelajaran secara online. 

Menurutnya, efektifitas pembelajaran online baru bisa dirasakan dalam lima tahun ke depan. Pembelajaran online menghadapi kendala, mulai dari infrastruktur juga metode pembelajaran yang baru. "Pembelajaran online butuh kemandirian dan kedisiplinan. Itu memengaruhi efektifitas," kata dia. 

Platform Pintaria dimiliki oleh startup teknologi pendidikan HarukaEDU. Kini, Pintaria sudah bekerja sama dengan 20 lembaga pendidikan. Platform sudah digunakan oleh sekitar 4 ribu mahasiswa.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan